BolaSkor.com - Tengah pekan ini akan diramaikan dengan duel Manchester United melawan Manchester City. Kedua tim saling sikut pada laga semifinal Piala Liga Inggris, di Old Trafford, Kamis (7/1) dini hari WIB.

Laga yang lazim disebut sebagai derby Manchester itu memang punya sejarah panjang. Tak hanya di liga, kedua tim juga kerap berjumpa di Piala Liga. Sejumlah pertandingan yang tertulis di buku sejarah pun tercipta.

Duel pertama adalah semifinal yang dimainkan pada Desember 1969. Ketika itu, banyak orang yang menyebut duel tersebut sebagai panggung dari trisula maut.

Manchester City memiliki Colin Bell, Francis Lee, dan Mike Summerbee. Pada sisi lain, Geoge Best, Bobby Charlton, dan Denis Law membela panji The Red Devils.

Kedua tim sedang menikmati masa kejayaan jelang pertandingan. Manchester City memenangi liga, sedangkan Man United meraih Piala Eropa. Tak pelak, pertandingan di semifinal Piala Liga Inggris menjadi pembuktian siapa klub terbaik di Manchester.

Baca juga:

Manchester City Kembali Buka Tempat Latihan, Everton Mangkel

Pelajaran Berharga dari Jadon Sancho untuk Manchester City

Apa Kabar Odion Ighalo?

Derby Manchester

Manchester City meraih kemenangan 2-1 pada leg pertama di Maine Road. Kemenangan tersebut diraih usai Lee mencetak gol dari titik putih jelang akhir pertandingan. Banyak media yang menyebut duel tersebut berlangsung sangat sengit.

Kemenangan Man City berakhir dengan kontroversi. Sebab, para penggawa Manchester United menganggap sang tetangga tidak layak mendapatkan tendangan penalti. Gestur Best yang menjatuhkan bola dari tangan wasit Jack Taylor menjadi tanda jika ada amarah di kubu Setan Merah.

Taylor tidak tinggal diam, ia memasukkan aksi nakal Best tersebut dalam laporan pertandingan. Sang legenda pun dilarang tampil selama empat pekan. Hebatnya, ketika comeback, Best langsung trengginas dengan mengemas enam gol ke gawang Northmapton di Piala FA.

Pada leg kedua, Manchester United sempat memimpin 2-1. Itu artinya, agregat kedua tim sama kuat 3-3.

Namun, delapan menit jelang pertandingan usai, petaka datang bagi Manchester United. Wasit memberikan tembakan bebas tidak langsung kepada Man City.

Lee tetap melepaskan tembakan mengarah ke gawang. Ia berharap terjadi defleksi sebelum bola akhirnya masuk. Rupanya, apa yang diharapkan Lee kejadian. Kiper Alex Stepney menepis bola yang kemudian disambar Mike Summerbee menjadi gol. Padahal, gol tidak akan terjadi jika Stepney membiarkan bola langsung masuk ke gawang.

Manchester City pun keluar sebagai pemenang setelah pada laga final menekuk West Bromwich Albion 2-1.

Pada saat itu, Manchester City memang menguasai derby Manchester. The Citizens menuai enam kemenangan derby dari tujuh laga di Liga antara 1968 hingga 1974.

Hampir enam bulan berselang, kedua klub kembali bersua. Kali ini, Man City menyambangi Old Trafford dengan status favorit pada ajang Piala Liga Inggris.

Arthur Albiston, 17 tahun, menampilkan debut terkenal sebagai bek kiri. Sementara itu, bintang lapangan menjadi milik Gerry Daly yang mencetak gol kemenangan Man United dari titik putih. Skor akhir adalah 1-0.

Dalam buku karangan Richard Kurt, The Red Army Years, seorang penggemar menggambarkan jika kemenangan tersebut lebih megah ketimbang yang terjadi kontra Ajax pada 1976 dan Barcelona pada 1984.

"Itu adalah atmosfer terhebat. Paling mengasyikkan yang pernah saya lihat di Old Trafford," tulis sang suporter yang menggambarkan ledakan di Old Trafford saat itu.

Derby Manchester di Piala Liga Inggris juga menghadirkan kisah lain. Satu yang paling terkenal adalah cedera yang dialami penggawa City, Colin Bell. Pada duel yang dimenang Manchester City 4-0, Bell mendapatkan pelanggaran keras dari Martin Buchan yang nyaris merenggut kariernya.

"Rasanya kaki saya sudah dipaku ke tanah. Lutut saya tertekuk ke belakang, pembuluh darah di bagian bawah paha dan atas betis pecah. Semua ligamen di lutut saya robek. Dalam beberapa detik, lutut saya menjadi kantong darang," kenang Bel dalam autobiografinya.

Meski demikian, ia tak ingin menyalahkan Buchan. "Saya tidak menyalahkan Martin Buchan atas cedera itu. Ada pemain dalam pertandingan yang berusaha menendang dan melukai Anda, tetapi dia bukan tipe seperti itu," ulas Bell.

Seperti musim 1969-1970, Man City kemudian memenangi Piala Liga Inggris. Itu adalah gelar terakhir The Citizens sebelum dibeli Grup Abu Dhabi United pada 2008.

Satu tahun berselang, Man City mulai kembali mengusik Manchester United. Tak pelak, Sir Alex Ferguson menyematkan julukan tengga yang berisik kepada Manchester City.

Kini, kedua tim akan kembali saling berhadapan. Duo Manchester sedang dalam performa apik di Premier League. Manchester United menempati posisi kedua klasemen sementara, sedangkan Manchester City mulai menemukan keseimbangan.

Pertandingan tersebut tentunya akan menambah kisah di buku persaingan derby Manchester, khususnya di Piala Liga Inggris. Sejarah baru siap ditulis.