BolaSkor.com - Menyaksikan pertandingan sepak bola di stadion bukan hal yang mudah dilakukan di Indonesia. Fasilitas yang buruk hingga kemungkinan bertaruh nyawa menjadi pertimbangan kebanyakan orang untuk menyaksikan langsung tim kesayangan mereka.

Namun, hal itu tak membuat Widodo kehilangan semangat. Di tengah keterbatasan, Widodo tetap datang dan mendukung langsung setiap kali PSS Sleman bermain di kandang.

Padahal, Widodo bukan warga asli Yogyakarta atau Sleman. Akan tetapi, rasa kebersamaan yang ada pada suporter PSS Sleman membuat Widodo jatuh hati.

"Saya kagum sama kekompakan suporter PSS Sleman, terutama karena saya difabel, mereka tidak memerlakukan saya berbeda. Semuanya merangkul demi satu tujuan yakni mendukung PSS Sleman," ujar Widodo kepada BolaSkor.com.

Baca Juga:

Izin Pertandingan Lebih Sulit Jadi Imbas Kerusuhan Suporter di Laga PSS Kontra Arema FC

Kronologi Terjadinya Kerusuhan Suporter di Laga PSS Sleman Vs Arema FC versi Polda DIY

Keberhasilan PSS Sleman menembus Liga 1 membuat Widodo semakin antusias menyaksikan Elang Jawa beraksi di kandang. Rasa bahagia Widodo terlihat saat PSS Sleman melakoni laga kandang perdana sekaligus pembukaan Liga 1 kontra Arema Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5).

Widodo tampak santai berjalan di antara ribuan suporter PSS Sleman dan Aremania yang memadati Stadion Maguwoharjo. Keterbatasan tak menyurutkan semangatnya mendukung langsung Elang Jawa dari tribun.

"Untuk saya pribadi, ini pertandingan yang luar biasa karena memertemukan juara Liga 2 dan Piala Presiden," ujar Widodo.

Sebagai suporter, Widodo tak pernah menuntut banyak kepada PSS Sleman. Asal tidak kembali terdegradasi ke Liga 2 sudah cukup bagi Widodo.

Namun, Widodo berpesan kepada pengelola PSS Sleman agar mau memerhatikan suporter difabel sepertinya. Meski dalam keterbatasan, Widodo percaya kecintaannya terhadap PSS Sleman tak berbeda dari suporter lainnya.

"Saya cuma berharap ada kursi roda yang bisa digunakan. Pembelian tiket juga dipermudah. Mungkin tidak banyak penggemar difabel, tetapi kami tetap ada untuk mendukung PSS Sleman," tutur Widodo.