BolaSkor.com - Kebangkitan Dominic Calvert-Lewin terus berlanjut. Penyerang Everton tersebut tampil gemilang di awal musim 2020-21, 10 gol, dua hat-trick, membawa klub ke puncak Premier League, pemain terbaik bulan ini, panggilan pertama tim nasional, Inggris dan satu gol dalam debut internasional. Semua diraih dalam rentang lima pekan.

Akhir pekan, pemain berusia 23 tahun itu akan berusaha menambah daftar suksesnya. Liverpool, sang juara bertahan, berada dalam bidikannya. Calvert-Lewin tentu ingin membawa Everton meraih kemenangan pertama pada derby Merseyside dalam satu dekade.

Dengan performa sang penyerang yang sedang melesat, tim asuhan Carlo Ancelotti pasti ingin melanjutkan performa apik mereka. Apalagi pertahanan Liverpool belakangan dalam kondisi buruk. Calvert-Lewin telah tampil dalam enam penampilan musim ini bersama Everton, dan lima di antaranya dia mencetak gol.

Baca Juga:

Terakhir Menang pada 2010, 3 Alasan Everton Bisa Kalahkan Liverpool di Derby Merseyside

3 Pemain Kunci Everton Jelang Derby Merseyside

Head to Head 8 Pertemuan Terakhir Carlo Ancelotti Vs Jurgen Klopp

Carlo Ancelotti menyebutnya sebagai striker lengkap, sementara David Unsworth, direktur akademi Everton, menggambarkannya sebagai pemain nomor 9 yang sempurna. Bagi keduanya, Calvert-Lewin seharusnya bisa membidik 20 gol musim ini dan setiap musim setelah itu.

Adalah Unsworth yang berperan penting membawa Calvert-Lewin ke Everton pada 2016, setelah melihatnya di akademi Sheffield United empat tahun sebelumnya.

Calvert-Lewin memang dibesarkan di Hillsborough, markas Sheffield Wednesday, tapi dia selalu menjadi seorang pendukung Sheffield United. Dia bergabung dengan Sheffield United pada usia sembilan tahun, berkembang dengan mantap di tiap jenjang usia, tapi bukan sebagai striker.

“Dia adalah seorang gelandang, box-to-box,” kata Keith Briggs, pelatih Calvert-Lewin di level U-16, dan kemudian menjadi manajernya di level senior.

“Nick Cox adalah manajer akademi saat itu, dan Travis Binnion adalah pelatih U-23. Travis yang memutuskan untuk mencobanya sebagai striker. Dia memiliki teknik yang bagus dan sangat atletis," ujar Briggs.

Pada 2016, Calvert-Lewin bergabung dengan Everton. Ada banyak pergolakan sejak itu. Dalam empat tahun, Calvert-Lewin telah bermain di bawah enam manajer berbeda. Dia tampil secara teratur di bawah Ronald Koeman, Sam Allardyce, dan Marco Silva. Tetapi saat Everton sementara diarsiteki Duncan 'Big Dunc' Ferguson pada Desember tahun lalu perkembangannya meningkat pesat.

"Dia berkata, Kamu akan menjadi orang saya di depan. Kamu akan bermain. Itu adalah pertama kalinya saya diberi tanggung jawab dan merasa seperti pemain nomor 9 sejati," ujar Calvert-Lewin dikutip Goal.

“Itu memberi saya dorongan. Inilah waktunya buat saya."

Calvert-Lewin mencetak dua gol dalam pertandingan pertama Ferguson ketika menang 3-1 atas Chelsea. Performa Calvert-Lewin terus berkembang di bawah Ancelotti, yang ditunjuk dua minggu kemudian. Ferguson sendiri bertahan sebagai asisten manajer.

Sebagai catatan, sejak pertandingan Chelsea tersebut, hanya Mohamed Salah, yang akan menjadi lawan akhir pekan ini, yang mencetak lebih banyak gol Premier League daripada Calvert-Lewin.

Legenda Liverpool berpendapat melesatnya performa Calvert-Lewin tidak lepas dari sentuhan Ferguson. “Saya pikir dia naik ke level di mana banyak orang tidak berpikir dia mampu melakukannya. Banyak orang dia sedikit satu dimensi."

“Tapi saya pikir Duncan mempertaruhkannya."

Kepada Calvert-Lewin, Ferguson memberi masukan bahwa untuk striker dengan atribut fisik sepertinya harus menjadi sentral, di antara dua bek tengah, selalu menjadi gangguan. dan, Calvert-Lewin setuju dengan masukan Big Dunc.

“Kritik pertama (Ferguson) adalah, Anda harus tetap sentral. Itu seperti musik di telinga saya karena sepanjang karier saya telah diminta bergerak dari sayap," papar Calvert-Lewin.

“Ada berbagai cara untuk menjadi titik sentral dan saya tahu apa yang dia maksud. Peran saya dalam tim adalah mencetak gol dan memastikan dalam posisi untuk mencetak gol. Saya tidak akan mencetak gol jika saya berada di dekat bendera di sudut lapangan."

Bermain lebih terpusat, Calvert-Lewin berkembang pesat. Bisikan Ferguson dilanjutkan Ancelotti yang mendorongnya untuk mempelajari Filippo Inzaghi. “Dia mencetak 300 gol, dan 210 di antaranya dengan satu sentuhan,” kata bos Everton itu.

Nasihat itu tampaknya berhasil. Dari 10 gol Calvert-Lewin untuk klub dan Inggris musim ini, sembilan di antaranya diakhiri dengan satu sentuhan.

"Ada beberapa striker hebat di Premier League, tetapi Calvert-Lewin menawarkan sesuatu yang berbeda," kata Molby, yang mengakui Liverpool akan waspada terhadap ancamannya akhir pekan ini.