BolaSkor.com - Direksi Bayern Munchen layak diapresiasi dan diberi acungan jempol kala mereka mendepak Niko Kovac pada November lalu dan menunjuk Hans-Dieter Flick sebagai penggantinya. Keputusan itu berbuah akhir yang manis.

Niko Kovac sedianya tidak berulah atau mencoreng nama besar klub sejak ditunjuk melatih klub menggantikan Jupp Heynckes (pengganti Carlo Ancelotti), namun performa tim di bawah arahannya tidak meyakinkan.

Meski Bayern sempat menang telak 7-2 atas Tottenham Hotspur di Liga Champions, performa Manuel Neuer dkk inkonsisten dan ada di urutan empat Bundesliga kala Kovac pergi dari klub November lalu. Bayern di peringkat empat setelah 10 laga dan tertinggal empat poin dari Borussia Monchengladbach.

Baca Juga:

Juara Bundesliga, Bayern Munchen Selangkah Menuju Treble Winners

Bayern Munchen Arahan Hansi Flick Miliki Catatan Impresif Melebihi Pep Guardiola dan Jupp Heynckes

5 Pemain Kunci Bayern Munchen di Balik Keberhasilan Meraih Titel Bundesliga ke-30

Hansi Flick datang dengan nada skeptis dari publik mengingat ia tak punya catatan karier kepelatihan yang menohok: melatih Hoffenheim (2000-2005), menjadi asisten pelatih timnas Jerman dan Bayern Munchen.

Kendati demikian pengalaman melatih di Hoffenheim, menjadi asisten pelatih Jurgen Klinsmann dan Joachim Low, plus statusnya sebagai mantan gelandang Bayern Munchen (1985-1990) sudah cukup membawa Bayern untuk menjadi juara Bundesliga 2019-20.

Hansi Flick

Titel Bundesliga ke-30 bagi Bayern Munchen dan kedelapan beruntun yang mereka raih. Skuat Bayern berisikan pemain-pemain juara dan mudah dilatih pelatih mana pun, namun menyatukan mereka dalam satu permainan kolektif yang melebur itu tidak mudah.

Tak ayal kinerja Hansi Flick patut diacungi jempol. Apalagi Bayern berpeluang meraih treble winners kedua dalam sejarah klub karena masih bermain di DFB Pokal dan Liga Champions.

Kali ini BolaSkor.com akan menjabarkan sentuhan emas yang diberikan Hansi Flick kepada Bayern Munchen, apa saja perubahan yang dilakukannya sejak datang ke Allianz Arena.

Bayern Munchen yang Lebih Agresif

"Bagi saya penting untuk tim lebih proaktif. Kami harus bertahan dari depandan coba memenangi bola secepat mungkin. Itu poin yang ingin kami benahi," tegas Hansi Flick.

Selang beberapa hari setelah penunjukan Flick sebagai pelatih Bayern klub menang 2-0 atas Olympiakos dan 4-0 kontra Borussia Dortmund di Bundesliga. Para pemain Bayern pun kolektif ketika bertahan dan menyerang, khususnya dalam fase bertahan ketika pemain-pemain ofensif ikut terlibat merebut bola dari lawan.

Taktik, Pemahaman, Latihan, dan Cara Mengatasi Pemain

"Pemahaman taktik dan wawasan sepak bolanya ada pada level tinggi," ucap Robert Lewandowski yang sudah mencetak 31 gol di Bundesliga musim ini.

Ucapan Lewandowski soal Flick meneruskan komentar Karl-Heinz Rummenigge, CEO Bayern yang dibuat kagum dengan cara Flick melatih, pemahaman taktik, dan caranya mengatasi pemain.

Alhasil Flick disegani di ruang ganti pemain dan mendapatkan respek dari mereka. "Kami punya pemahaman yang sangat bagus dengan pelatih. Semuanya memiliki keyakinan dengan visinya," tambah Benjamin Pavard, bek Bayern soal Flick.

Mengandalkan Pemain Veteran, Thomas Muller

Thomas Muller

Thomas Muller (30 tahun) nyaris pergi dari Bayern yang sudah diperkuatnya sejak 2008. Alasannya karena Niko Kovac lebih memilih Philippe Coutinho sebagai gelandang serang di belakang Lewandowski ketimbang Muller.

Akan tapi Flick tahu kualitas dan pengalaman bermain Muller masih dibutuhkan Bayern. Alhasil juara Piala Dunia 2014 itu kembali dipercaya bermain dan tidak menyiakan kepercayaan dari Hansi Flick.

Total 20 assists sudah diberikannya sejauh ini di Bundesliga dan menjadi catatan terbaik dalam kariernya - salah satu yang terbaik juga di Eropa.

"Thomas penting untuk klub. Dia telah memenangi segalanya yang dapat dimenangi. Dia identitas figur penting untuk Bayern Munchen. Di lapangan pertandingan dia sangat cerdas - dia dapat membawa pemain bersama dengannya dan memimpin," puji Flick kepada Muller.

Alphonso Davies Bek Kiri, David Alaba Bek Tengah

Bayern merekrut dua bek yaitu Benjamin Pavard dan Lucas Hernandez musim ini. Plus Niklas Sule cedera dan Mats Hummels ke Borussia Dortmund hingga klub sedikit bermasalah di jantung pertahanan.

Flick melihatnya dan mengonversi David Alaba dari bek kiri ke tengah dan Alphonso Davies menjadi bek kiri. Hasilnya positif. Alaba dengan pengalaman dan kecepatan yang dimilikinya bermain disiplin di lini belakang.

Sementara Davies lebih spesial lagi. Pemain berusia 19 tahun jadi pelari tercepat Bundesliga dan menguatkan sisi kiri pertahanan serta meningkatkan serangan di area tersebut. Saking cepatnya ia lari membantu serangan Davies bak penyerang sayap.

Kian Ganas Mencetak Gol

Robert Lewandowski

Robert Lewandowski menjadi sumber gol utama Bayern dengan 31 golnya di Bundesliga dari total 93 gol di 32 laga yang sudah dimainkan. Sementara sisa gol lainnya terbagi kepada Serge Gnabry, Muller, Phil Coutinho, Joshua Kimmich dan pemain lainnya.

Banyaknya gol yang tercipta terjadi karena permainan agresif dan ofensif yang diterapkan Flick.

"Hanya memastikan kami tetap agresif, Anda tahu itu, terus mendapatkan bola dengan sangat cepat, khususnya di pertahanan lawan dan memastikan kami bermain ofensif sebanyak mungkin," tutur Serge Gnabry.

"Saya pikir itu faktor besar dan sudah jelas Lewandowski melalui momen fantastis dengan begitu banyaknya gol yang tercipta, jadi dia membantu kami dan kami bisa mengandalkannya untuk mencetak gol."