BolaSkor.com - Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, sepenuhnya memahami maksud ucapan Pep Guardiola (manajer Manchester City) mengenai Liverpool yang dinilainya dapat dukungan semua orang di Inggris untuk sukses musim ini.

Seperti diketahui, Liverpool punya peluang besar mengukir sejarah quadruple (empat) trofi musim ini setelah memenangi Piala Liga. Liverpool akan menghadapi Chelsea di final Piala FA, Real Madrid di final Liga Champions, dan bersaing dengan Manchester City dalam jalur perebutan titel Premier League.

Tuchel memahami maksud ucapan Guardiola, membandingkan situasi Liverpool dengan Borussia Dortmund di Jerman. Keduanya punya persamaan klub-klub tradisional dengan sejarah besar di negara masing-masing.

Baca Juga:

Skuad Terakhir Liverpool di Final Piala FA 2012 dan Nasib Mereka Saat Ini

Head to Head Jurgen Klopp vs Thomas Tuchel Jelang Final Piala FA

Kandidat Pemenang Manajer, Pemain, dan Pemuda Terbaik Premier League 2021-2022

"Saya bisa mengerti mengapa dia melakukannya. Saya bisa mengerti mengapa dia memiliki perasaan itu. Secara umum, saya akan mengatakan sulit untuk benar-benar berdebat dengannya," tutur Tuchel dikutip dari Standard Sports.

“Saya yakin saya bisa mengerti apa yang dia maksud. Ada simpati besar untuk Liverpool. Saya merasakan itu juga, di seluruh negeri."

“Jika Anda melawannya, seperti Pep, selama bertahun-tahun, saya dapat memahami komentar yang terkadang terasa seperti ini. Tetapi pada saat yang sama, saya tidak berpikir itu hanya di sini. Di Jerman seperti ini dan di Prancis juga," terang dia.

Liverpool sudah memiliki nama besar atau tenar di dunia serta Eropa karena sejarah besarnya tersebut, keberadaan Jurgen Klopp yang sudah melatih klub sejak 2015 semakin menambah kekuatan tersebut.

“Anda tahu Klopp adalah ahli untuk menjadi yang diunggulkan. Dia bisa membujuk Anda untuk menjadi underdog melawan Villareal dan melawan Benfica, dan itu adalah keajaiban, keajaiban bagaimana mereka bisa bermain imbang melawan mereka," imbuh Tuchel.

“Dia bisa membujuk Anda untuk melakukannya dan dia melakukannya sepanjang waktu, dia melakukannya berkali-kali."

“Itu bagian dari itu. Itu juga seperti dari mana simpati itu datang. Tidak ada yang perlu dicemburui dari pihak saya, Klopp adalah pria yang fantastis, pria yang lucu, salah satu pelatih terbaik di dunia dan itulah yang dia lakukan."

“Ketika dia melatih Dortmund, seluruh negara mencintai Dortmund. Jadi sekarang dia melatih Liverpool dan Anda merasa seluruh negeri mencintai Liverpool."

Melawan Liverpool yang "diunggulkan" banyak orang, Tuchel pun siap menjadi "orang jahat" apabila Chelsea dapat mengalahkan Liverpool di final Piala FA.

“Ini penghargaan sangat besar untuknya dan inilah yang Anda hadapi ketika Anda menghadapi tim melawannya. Selalu seperti ini, tapi itu selalu bagian yang menyenangkan dan jadi jika kami adalah orang jahat besok, maka tidak masalah," tambah Tuchel.

"Kami mengambil peran itu, kami tidak ingin mendapat simpati negara besok, kami ingin memiliki trofi," tegas dia.