BolaSkor.com - Musim pertama Antonio Conte di Inter Milan berjalan dengan baik. Nerazzurri langsung menjadi pesaing Scudetto bagi Juventus dan Conte menemukan duet maut di lini depan dalam diri Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.

Lukaku diboyong dari Manchester United di musim panas ini dan menjadi tandem ideal bagi Martinez dalam taktik 3-5-2. Lukaku menjadi target man dalam menahan bola, menanti pergerakan rekan setim, sementara Martinez bergerak menyerang ruang.

Wajar jika Lukaku sangat senang berduet dengan penyerang berusia 22 tahun asal Argentina tersebut. Martinez terus berkembang dan santer dikaitkan dengan Real Madrid, Barcelona, dan Chelsea.

"Luar biasa, dia (Martinez) benar-benar monster. Dia melakukan segalanya dengan sangat baik, dia terus berkembang, saya menyukainya," tutur Lukaku di Instagram Live ketika ditanya soal Martinez.

Baca Juga:

Tiga Senjata Utama Romelu Lukaku untuk Mencetak Gol

Manchester City Ikuti Barcelona Berburu Lautaro Martinez

Zanetti Komentari Masa Depan Lautaro dan Icardi

Sinergi keduanya bisa dilihat dari statistik yang dimunculkan Squawka. 39 gol dari total 69 gol Inter di seluruh kompetisi dicetak oleh Martinez-Lukaku. Martinez menorehkan 16 gol (dua assists) dari 30 laga, sementara Lukaku mencetak 23 gol (empat assists) dari 35 laga.

Duet keduanya dilapis oleh Sebastiano Esposito dan Alexis Sanchez. Inter sedianya masih memiliki Mauro Icardi yang tengah dipinjamkan ke PSG (Paris Saint-Germain), namun kepergiannya secara permanen tinggal masalah waktu karena ia tak masuk rencana masa depan Conte.

Menilik duet keduanya membangkitkan nostalgia akan sosok double towers atau dua sosok striker sebagai ujung tombak di depan, apalagi karakteristik bermain keduanya berbeda.

Menduetkan dua penyerang di lini depan jarang dilakukan klub sepak bola di era sepak bola modern yang banyak mengandalkan taktik 4-2-3-1 atau 4-3-3. Di masa lalu pernah ada duet-duet legendaris seperti Alessandro Del Piero dan David Trezeguet, Andy Cole dan Dwight Yorke, atau Emile Heskey dan Michael Owen.