BolaSkor.com - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menegaskan keseriusan menekuni basket 3x3. Oleh sebab itu, mereka menggelar liga basket 3x3 terbesar di Asia, 3x3.EXE Premier Indonesia.

Basket 3x3 memiliki potensi untuk Indonesia. Bukan tanpa alasan, cabang olahraga tersebut sudah membuktikan prestasi dengan memenangi medali perak SEA Games 2019.

Alhasil, Perbasi ingin mendukung perkembangan basket 3x3 dengan cara mengadakan liga profesional, 3x3.EXE Premier Indonesia. Ajang tersebut akan digelar di lima negara.

Selain Indonesia, ada juga di Jepang, Selandia Baru, Taipei, dan Thailand. Di Indonesia sendiri, terdapat 11 tim yang mendapatkan slot sementara satu lagi dari kualifikasi daerah.

Baca Juga:

Berkaca dari Asian Games, Maruarar Sirait Optimistis Tatap Piala Dunia Basket 2023

Janji LeBron James untuk Kobe Bryant: Kembalikan Kejayaan Lakers

"Liga ini akan menjadi percepatan 3x3 untuk lebih baik dan berprestasi di Asia dan dunia. Di Indonesia 3x3 baru ada liga. Kan kalau tidak ada liga masak satu tahun main satu kali bertanding," ujar Ketua Perbasi, Danny Kosasih.

Sementara itu, Ketua 3x3 PP Perbasi, Rama Dantau, menyebut liga tersebut sebagai bagian dari rencana jangka panjang tampil di Olimpiade 2020. 3x3.EXE Premier Indonesia dicanangkan miminal berjalan tiga tahun.

"Turnamen ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk bermain di Olimpiade 2024. Ke depan kita punya target tinggi, tidak kalah dengan 5 on 5 yang targetnya Piala Dunia 2023, kami Olimpiade 2024," kata Rama Dantau.

"Dari penyelenggara, minimal 3x3.EXE Premier Indonesia berjalan tiga tahun. Dari 11 tim juga harus tiga tahun. Tidak bisa bergerak apabila hanya ada komitmen sepihak," imbuh Rama Dantau.

3x3.EXE Premier Indonesia bakal berlangsung pada Agustus sampai September 2020 dengan didahului turnamen daerah dua bulan sebelumnya. Nantinya akan ada delapan seri di sejumlah kota berbeda.

Pemenang pada setiap seri 3x3.EXE Premier Indonesia akan menerima hadiah Rp 10 juta dan peringkat kedua Rp 5 juta. Sementara pemenang final four meraup Rp 100 juta serta separuhnya untuk peringkat kedua.