BolaSkor.com - Sejak dilatih Luciano Spalletti musim ini (2021-2022) Napoli memperlihatkan perkembangan dari segi permainan dan untuk kali pertama, sejak 2018, Napoli berada di puncak klasemen Serie A.

Teranyar, Napoli menang 4-0 di Friuli melalui gol yang dicetak Victor Osimhen (24'), Amir Rrahmani (35'), Kalidou Koulibaly (52'), dan Hirving Lozano (84'). Kemenangan yang layak karena Napoli punya 63 persen penguasaan bola dengan total 18 tendangan (delapan tepat sasaran).

Berkat hasil itu Napoli menyapu bersih empat laga pertama dengan kemenangan alias rekor 100 persen, mengoleksi 12 poin dan berada di puncak klasemen diikuti oleh Inter Milan (10 poin), AC Milan (10 poin), dan AS Roma (sembilan poin).

Baca Juga:

Jadwal Siaran Langsung Piala Liga, LaLiga, dan Serie A Tengah Pekan Ini

Di Lima Liga Top Eropa, Juventus Miliki Catatan Pertahanan Terburuk

Juventus 1-1 Milan, Pioli Tegaskan Selalu Targetkan Tiga Poin

Napoli

Saat ini terlalu dini berbicara Scudetto, tetapi Napoli bisa menikmati posisi puncak klasemen Serie A yang terakhir dirasakan pada 2018. Itu terjadi di musim 2017-2018 kala tim arahan Maurizio Sarri duduk di puncak klasemen setelah pekan 26.

Napoli kala itu mengoleksi 69 poin dan Juventus 68 poin, tapi pada akhirnya kalah dalam perburuan titel melawan Il Bianconeri arahan Massimiliano Allegri.

Tak Mau Jemawa

Kendati saat ini Napoli ada di puncak klasemen, Spalletti serta kapten Napoli Lorenzo Insigne enggan jemawa dan menatap perlahan dari satu laga ke laga berikutnya, tidak terlalu jauh memikirkan Scudetto.

“Musim masih panjang, tetapi tim memiliki kualitas. Mungkin, kami kekurangan pemain yang memungkinkan kami melakukan pergantian pemain, menjaga level tim tetap tinggi. Dan kami harus tahan lama, berapa banyak laga yang bisa kami mainkan di level ini? Ini akan membuat perbedaan," tutur Spalletti dikutip dari Football-Italia.

“Milan sangat kuat, Inter telah bekerja dengan baik meskipun ada beberapa penjualan besar. Mereka membawa pemain penting dan mereka memiliki lini tengah yang kuat."

“Kekuatan kami adalah lingkungan kami. Kami diliputi cinta yang bisa menjadi bahan bakar bagi para pemain."

“Kami memiliki kualitas dalam menyerang. Osimhen sangat kuat, dia kurang berkualitas di ruang sempit, tapi sulit untuk mengejarnya di ruang terbuka. Pemain sayap luar biasa dalam situasi satu lawan satu. Jalannya masih panjang dan ada banyak lawan yang tangguh," urai dia.

Senada dengan Spalletti, Insigne juga tak mau timnya terlalu jauh memikirkan Scudetto.

“Untuk saat ini, tidak ada artinya (menjadi pemimpin klasemen). Kami tahu kami memainkan pertandingan yang hebat, tidak mudah untuk datang ke sini dan mencetak empat gol," imbuh Insigne kepada DAZN.

“Kami harus rendah hati, tetap membumi dan bekerja keras. Semua orang merasa baik dan kami bekerja dengan baik. Pelatih berusaha mendapatkan yang terbaik dari semua orang, kami harus melakukannya," pungkas dia.