BolaSkor.com - Isi pikiran seorang seniman terkadang tidak bisa ditebak oleh orang biasa, musisi seperti Jack White contohnya. Apa yang dipikirkannya ketika membuat lagu berjudul Seven Nation Army juga menjadi misteri.

Seven Nation Army, dirilis pada 2003 dan masuk ke dalam album keempat The White Stripes, Elephant. Lagu tersebut terdengar sederhana sekaligus unik secara bersamaan.

Dengan suara Jack White yang menggunakan efek distorsi sebagai pusat, Seven Nation Army mengandalkan ketukan drum sederhana Meg White. Suara gitar yang menyerupai bass melengkapi lagu tersebut.

Meski memenangi Lagu Rock Terbaik pada Grammy 2004, Seven Nation Army dan Jack White tidak menembus pasar mainstream hingga dua tahun berselang. Rupanya, ada andil Piala Dunia saat itu.

Ternyata, ketika Jack White memainkan Seven Nation Army untuk pertama kalinya, dia tidak mendapat reaksi bagus dari Meg White. Namun, Jack yang yakin dengan lagu itu terus menyeriusinya.

Ketika itu Jack White berpikiran "lagu ini cocok untuk menjadi soundtrack James Bond, saya akan menyimpannya siapa tahu mendapat tawaran." Namun, pada akhirnya Seven Nation Army dirilis pada 2003.

Baca Juga:

Pencetak Gol Inggris di Final Piala Dunia 1966 Tutup Usia

Hasil Laga Kualifikasi Piala Eropa 2020: Inggris Pesta Gol, Portugal dan Prancis Menang

The White Stripes

Tadinya label The White Stripes ingin menggunakan lagu lain untuk single utama album Elephant. Di situ Jack White bersikeras menjadikan Seven Nation Army sebagai jagoan.

Lantas, bagaimana Seven Nation Army bisa ke Piala Dunia dan melambungkan nama The White Stripes tiga tahun setelah dirilis? Semua bermula dari Belgia, pada suatu malam di bulan Oktober 2004.

Klub asal Belgia, Club Brugge, akan menjamu AC Milan pada ajang Liga Champions. Sebelum pertandingan, fans Brugge mendengar Seven Nation Army di radio dan mulai merapalkan ritme lagu tersebut.

Stadion menjadi heboh, terutama setelah Brugge mencetak gol ke gawang AC Milan. Para pendukung tim tuan rumah menyanyikan ritme Seven Nation Army meski tidak mengetahui liriknya.

Seven Nation Army pu menjadi chant andalan Brugge, meski saat itu tidak banyak yang mengetahui lagu aslinya. Setiap pertandingan, mereka selalu menyanyikan lagu ciptaan Jack White itu.

Hingga akhirnya Brugge berhadapan dengan AS Roma di Piala UEFA (sekarang Liga Europa). Di sana, fans I Lupi yang terkesan dengan Seven Nation Army membawanya pulang ke Italia sebagai chant mereka.