Palembang - Seringnya terjadi bentrok sesama suporter Sriwijaya FC (SFC) menimbulkan masalah izin pertandingan Sriwijaya FC (SFC) kontra Perak FA. Karena itulah, jelang uji coba internasional ini,  manajemen SFC mengajak kelompok suporter berdamai. Izin untuk pertandingan persahabatan ini  sampai sekarang belum keluar. Karena itu, manajemen SFC mengundang pemimpin tiga kelompok supoter di Hotel Swarna Dwipa. Sayangnya, yang datang hanya dari Sriwijaya Mania Sumsel  dan Simanis Ultras Palembang, sementara ketua Singa Mania tidak hadir. Dalam pertemuan ini dihasilkan enam kesepakatan. Ketiga kelompok suporter harus menahan diri dan menghindari bentrok. Manajemen SFC akan menjembatani perdamaian, silaturahmi rutin antarsuporter pada tingkat korwil, dan menertibkan spanduk-spanduk provokatif. Kemudian meregistrasi keanggotaan setiap kelompok suporter, dan membuat lagu pemersatu suporter yang akan diperdengarkan di setiap laga kandang SFC. “Kita buat kesepakatan sementara mencakup enam poin dalam upaya meredam kerusuhan antarsuporter yang sering terjadi,” ujar Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunyamin, Selasa (25/2). Menyikapi ketidakhadiran kelompok Singa Mania, Augie akan akan menyampaikan hasil pertemuan kepada Ketua Umum Singa Mania  Hendri Zainudin. “Saya harapkan kesepakatan ini juga dapat diterapkan pada Singa Mania,” lanjut Augie. Diakuinya, pertandingan persahabatan internasional SFC U-21 dengan Perak FA di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Jumat (28/2) dan SFC senior melawan tim senior Perak FA, Sabtu (1/3), belum mengantongi izin dari Polresta Palembang. “Tapi kita akan koordinasi dengan Polresta. Kita yakin izin akan keluar, sebab selama ini bentrok itu bukanlah di lapangan, tapi di luar stadion. Ini sudah kriminal,” ujarnya. Sebelumnya Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabarudin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto mengatakan, akan memberikan rekomendasi pencabutan izin pertandingan kandang SFC jika kisruh antarsuporter terus terjadi. Pasalnya, bentrokan tersebut telah menyebabkan jatuhnya korban dan meresahkan masyarakat. “Hal ini terus kita amati dan jika masih berulang, tentu akan ada rekomendasi yang kita sampaikan ke pihak panitia pertandingan dan Polda Sumsel tentang pencabutan izin pertandingan,” tegasnya. Meskipun upaya mediasi terhadap dua kelompok suporter yang kerap berseteru itu telah beberapa kali dilakukan oleh Polresta Palembang. Namun, hasil yang diharapkan nihil. Bahkan, aksi tawuran terus terjadi. “Sepertinya ada kebanggaan dari masing–masing kelompok jika dapat menjatuhkan korban dari pihak lawan dan inilah yang kita sesalkan. Namun, kita akan lihat eskalasinya. Puncaknya, izin pertandingan benar-benar kita cabut,” paparnya. Bentrok antarsesama suporter SFC kembali terjadi saat SFC menjamu Persijap Jepara, beberapa waktu lalu. Kali ini korban bernama Andika Putra Bayu, 15, mengalami luka tusuk setelah diserang lebih dari 20 orang menggunakan 15 sepeda motor. Selain itu, tiga anak pedagang di Pasar Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I dan seorang wanita paruh baya terluka bakar setelah menginjak bungkusan plastik berisi  cairan asam sulfat yang diduga sisa bentrok antarpendukung. Oleh: Hensyi Fitriansyah (koresponden BolaSkor.com Palembang)