BolaSkor.com - Jika ada pembalap MotoGP yang paling menyesali nasibnya saat ini sudah pasti itu adalah Valentino Rossi. The Doctor terus mengalami nasib sial, bahkan terjadi dalam tiga balapan beruntun.

Rossi juga tidak mengerti mengapa ia bisa terus mengalami kesialan. Di usia yang menginjak 41 tahun tahun. Rossi baru percaya nasib buruk itu ada.

Sedikit mengupas luka, Rossi sudah terjatuh dalam tiga balapan beruntun pada MotoGP 2020. Insiden itu terjadi pada MotoGP Emilia Romagna, Catalunya, dan teranyar Prancis.

Pada MotoGP Prancis, Rossi bahkan tak mampu menyelesaikan satu lap pun. Juara dunia sembilan kali itu sudah terjatuh di lap perdana, saat melahap tikungan pertama.

Sebelumnya, Rossi terjatuh saat podium sudah ada di depan mata. Saat balapan hanya menyisakan beberapa lap, Rossi terjatuh, dengan penyebab yang juga tidak diketahuinya hingga saat ini.

“Ini adalah tiga kesalahan yang berbeda. Di Misano, saya merasa tidak sehat. Saya terkena flu dan saya kurang bertenaga," ucap Rossi.

"Di Barcelona, saya menjalani akhir pekan terbaik di tahun ini seperti di Jerez. Saya cepat dan saya membuat kesalahan karena terlalu memaksa."

Baca Juga:

Terjatuh Tiga Kali Beruntun, Rossi Akhirnya Percaya Nasib Buruk Itu Ada

Raih Hasil Buruk di Le Mans, Morbidelli Jadikan Rossi Kambing Hitam

"Di sini kesalahannya terjadi pada tikungan pertama dan kami perlu memahami penyebabnya,” imbuh Rossi.

Lantas, apa benar Rossi terus mengalami kesialan? Apa seharusnya The Doctor di ruwat agar aura negatif didirinya bisa hilang?

Situs The Race mencoba mengulik penyebab sialnya Rossi dari hal teknis dan mental. Dalam artikel tersebut, Rossi dinilai terlalu mengikuti gaya membalap para pembalap muda.

Sejak era Marc Marquez, rider MotoGP bisa dibilang lebih agresif. The Baby Alien saja bisa menikung dengan sudut mencapai 60 derajat.

Dengan usia yang tidak lagi muda, serta motor yang kurang memadai, Rossi kesulitan mengimbangi cara membalap Marquez, dan rider muda lainnya.

Hal itu yang membuat Rossi terus mengalami kesialanya yang sama, tergelincir saat melahap tikungan.

Saat ini, Rossi dan tim Yamaha berusaha keras menemunkan penyebab di balik insiden beruntun yang menimpanya. Sembari menunggu, Rossi berkeyakinan nasib sial tengah memihak kepadanya.

“Sepanjang karier, saya tidak pernah memahami apakah nasib buruk itu ada, tetapi sepertinya sekarang saya percaya itu ada," kata Rossi.

Perlu diruwat atau tidak, Rossi harus memikirkan cara terbaik agar bisa menyelesaikan balapan kembali. Jika tidak, posisinya di klasemen bisa terus merosot.

Saat ini, Rossi menempati peringkat ke-13 dengan raihan 58 poin. Padahal, sebelumnya, Rossi diharapkan bisa merebut gelar juara dunia, terlebih Marquez belum kembali ke lintasan akibat cedera.