BolaSkor.com - Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, baru-baru ini melontarkan kritikan pedas kepada Lionel Messi. Menurut Maradona, La Pulga tidak punya karakter pemimpin.

Tidak diragukan, Lionel Messi adalah satu di antara pesepak bola paling bersinar sepanjang sejarah. Penggawa Barcelona itu sudah meraih seluruh gelar bergengsi pada level klub atau individu.

Namun, tak ada gading yang tak retak. Portofolio Messi cacat setelah tidak pernah meraih trofi bersama tim nasional Argentina. Padahal, ia sempat mengantarkan La Albiceleste lolos ke final Piala Dunia 2014.

Absennya gelar pada level tim nasional menjadi satu di antara sisi yang paling banyak digunakan kritikus untuk menyerang Messi, tak terkecuali sang legenda, Maradona. "Saya mencintai Messi dengan seluruh hati saya. Mereka ingin dia menjadi pemimpin, namun dia tidak punya kemampuan untuk itu," ujar Maradona seperti dilansir Ole.

Rupanya, ini bukan kali pertama Maradona melontarkan kritik pedas kepada Messi. Pada Oktober 2018, eks Napoli itu menyebut Messi pemain yang mudah takut.

Baca juga:

Messi Samai Statistik Keseluruhan Gol dan Assist Real Madrid Musim Ini

Duet Lionel Messi dan Luis Suarez Lebih Baik daripada 16 Tim LaLiga

Diego Maradona dan Lionel Messi

"Dia harus ke kamar mandi hingga 20 kali sebelum pertandingan. Dia takut. Sekarang, mari jangan lindungi Messi dari apa pun," tegas Maradona seperti dilaporkan The Last Wor Mexico.

Kendati demikian, bila menarik ke belakang, Maradona pernah pasang badan membela Messi. Di Piala Dunia 2018, pria yang gemar membuat kontroversi itu meminta publik Argentina tak menjadikan Messi sebagai kambing hitam.

"Saya akan berbicara dengannya. Saya akan mengatakan kami tidak pantas disalahkan untuk apa pun, ya, untuk apa pun itu," sebut Maradona seperti dicuplik Ole.

Satu tahun sebelum itu, berbicara kepada TYC Sports, Maradona juga memberikan sanjungan untuk Messi. "Terima kasih Tuhan, Messi adalah orang Argentina. Kami punya Messi, Paus dan saya."

Melihat dari penilaian Maradona kepada Messi dalam dua tahun terakhir, sang legenda jelas telah berubah. Ia tidak lagi memberikan pujian kepada Messi, namun justru menyerang sang megabintang.