BolaSkor.com – Tidak pernah ada yang meragukan kemampuan melatih Pep Guardiola. Reputasinya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia diraihnya berkat metode kepelatihan yang terperinci, serta pandangannya akan sepak bola yang ofensif dan dominan menguasai bola.

Guardiola telah membuktikannya kesuksesannya di Barcelona, Bayern Munchen, dan kini dengan Manchester City. Betapa hebatnya dia melatih dan mengubah permainan tim jadi enak untuk disaksikan, membuat banyak pemain penasaran seraya berharap dilatihnya.

Dani Alves, bek kanan Paris Saint-Germain (PSG), yang sudah meraih tiga titel LaLiga dan dua Liga Champions dengan Guardiola di FC Barcelona sampai membuat analogi yang unik soal gaya kepelatihannya.

Alves berkata dilatih oleh Guardiola lebih baik dari seks, yang ditanggapi langsung oleh Guardiola, “Saya lebih suka seks!” jawabnya di sesi konferensi pers jelang Derby Manchester melawan Manchester United di Premier League.

Guardiola dan Alves memang hampir bereuni musim lalu. Alves pergi dari Juve dan berada di persimpangan antara Man City atau PSG. Pada akhirnya, bek asal Brasil memilih PSG karena alasan keluarga.

“Segalanya sudah rampung untuk pergi ke Manchester City, tapi hal itu tidak terjai karena keputusan keluarga. Pep tahu niatan saya. Saya telah berbicara dengannya, dia tahu niatan saya bekerja lagi dengannya dan juga stafnya,” tutur Alves.

Guardiola Tersanjung, tapi Tetap Menyindir Zlatan Ibrahimovic

Alves hanya contoh salah satu pemain yang suka dengan metode kepelatihannya. Kendati demikian, cukup banyak juga pemain yang tidak suka dengan Guardiola, dua di antaranya bahkan paling vokal bersuara: Yaya Toure dan Zlatan Ibrahimovic.

Guardiola, dalam kesempatan menjawab komentar Alves, juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyindir Ibrahimovic yang pernah dilatihnya di Barcelona.

“Saya bisa melihat daftar panjang mereka yang ada di sisi berlawan, daftar yang sangat mencintai saya seperti Dani. Tapi ada juga sisi lainnya dari orang Swedia (Ibra) dan tempat-tempat lainnya di mana mereka tidak terlalu menyukai saya,” papar Guardiola di Goal.

“Normalnya, hal itu terjadi ketika pemain-pemain tidak bermain reguler dan mereka tidak menjadi fans besar. Kami coba meyakinkan mereka – terkadang ya (berhasil), terkadang tidak,” sambungnya.

Mengingat karakter Ibra yang selalu berkata apa adanya, plus agennya yang juga sama dengannya, Mino Raiola, komentar dari Guardiola itu kemungkinan besar akan mendapat respon dari salah satu (atau dua-duanya) di antara mereka.