BolaSkor.com - Presiden Napoli, Aurelio de Laurentiis, menyindir kegagalan tim rival di Serie A, Juventus, melaju jauh di Liga Champions 2018-19. Laurentiis menilai Cristiano Ronaldo seorang diri tidak akan membantu Juventus memenangi Liga Champions.

Perjalanan Bianconeri musim ini berakhir prematur di fase perempat final Liga Champions. Juventus disingkirkan tim kejutan, Ajax Amsterdam, dengan agregat gol 3-2. Dua gol Ronaldo kalah dari tiga gol Ajax yang dicetak David Neres, Donny van de Beek, dan Matthijs de Ligt.

Kekalahan Juventus asuhan Massimiliano Allegri itu disoroti banyak pihak. Pasalnya, La Vecchia Signora diharapkan mampu menyapu bersih seluruh titel musim ini setelah berinvestasi membeli Ronaldo seharga 100 juta euro lebih dari Real Madrid.

Ronaldo, 34 tahun, telah meraih lima titel Liga Champions dan lima penghargaan Ballon d'Or. Wajar jika keberadaannya diharapkan mampu memberikan titel Liga Champions yang terakhir diraih Juventus pada musim 1995-96.

Baca Juga:

Lionel Messi ke Semifinal, Perjalanan Cristiano Ronaldo Kandas di Fase Gugur Liga Champions

Dua Talenta Lokal Belanda Redam Gemerlap Kebintangan Cristiano Ronaldo di Turin

Juventus 1-2 Ajax: Cristiano Ronaldo pun Tak Mampu Bawa I Bianconeri Berjaya di Eropa

Cristiano Ronaldo

Akan tapi, Juventus malah mengalami penurunan musim ini dari segi trofi. Tersingkir di Coppa Italia dan Liga Champions, harapan Juventus meraih trofi musim ini hanya ada di Serie A - setelah Januari lalu memenangi Piala Super Italia.

Laurentiis menggunakan kegagalan Juventus itu sebagai momen untuk menyindir sang rival. Menurutnya, Ronaldo seorang diri tidak akan membantu Juve meraih titel Liga Champions, serta menegaskan pentingnya kolektivitas bermain.

"Cristiano Ronaldo tidak membantu Juventus memenangi Liga Champions. (Tapi) tim yang membawa Anda kepada kemenangan (meraih trofi)," ucap De Laurentiis, dikutip dari Calciomercato.

Selain mengomentari kegagalan Juventus, produser film Italia itu juga menilai sepak bola Italia tertinggal jauh dari klub-klub Italia.

De Laurentiis menjadikan laga perempat final Liga Champions antara Tottenham Hotspur dan Manchester City sebagai tolok ukurnya. Drama tujuh gol tercipta di leg dua yang berlangsung di Etihad Stadium dengan hasil akhir 4-3 untuk kemenangan Man City - Spurs tetap lolos karena unggul agresivitas gol tandang 4-4.

"Semalam, melihat laga Manchester City-Tottenham, seperti keseluruhan dunia baru. Saya berkata kepada diri saya: inilah sepak bola. Italia kuno dengan pendekatan bermain mereka," tambah De Laurentiis.

"Terlihat sepertinya jika di Italia, kami tidak benar-benar menikmati permainan kami sendiri dan kami bersembunyi di balik taktik. Itu bahaya sesungguhnya ketika menghadapi klub Inggris," pungkasnya.