BolaSkor.com - Negara tetangga, Singapura akan menggelar lomba putaran 15 Formula 1 (F1) 2019 di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, akhir pekan ini. Menariknya nama Indonesia turut jadi perhatian dunia internasional jelang lomba yang berstatus night race ini.

Sayangnya perhatian berupa kabar negatif. Adalah fakta kabut asap di Pekanbaru, Riau yang turut menganggu kualitas udara di Singapura.

Situasi sama sejatinya pernah terjadi pada tahun 2015. Memang kondisinya lebih buruk empat tahun lalu. Namun Badan Lingkungan Nasional (NEA) Singapura pernah mengumumkan indeks PSI (toleransi polusi udara) sempat mencapai 108.

Baca Juga:

Kabar Mengejutkan, Michael Schumacher Diberitakan Tersadar

Charles Leclerc, Roger Federer-nya F1

Padahal udara dianggap tidak sehat untuk dihirup jika PSI ada di angka 101-200. Kabar terbaru, Minggu (15/09) lalu, NEA menyebut ada perbaikan kondisi secara bertahap.

Kabut Asap Menganggu Singapura
Kabut Asap Menganggu Singapura (Istimewa)

Alhasil sampai berita ini ditulis, belum ada rencana perubahan jadwal lomba F1 GP Singapura apalagi membatalkannya. "Semua orang dapat melanjutkan aktifitas normal," tulis keterangan NEA Singapura.

"Namun orang dalam kategori rentan seperti orang tua, anak-anak, penderita penyakit jantung atau paru-paru kronis harus tetap berhati-hati," lanjut keterangan itu.

Sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan, juru bicara penyelenggara lomba F1 GP Singapura mengumumkan pihaknya akan menyediakan indeks PSI secara realtime melalui situs lomba, aplikasi seluler sampai layar lebar di trek.

"Situasi kabut asap sangat cepat berubah, tidak hanya hari demi hari, tapi dari jam ke jam. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk memprediksi level PSI selama lomba nanti," sebut keterangan juru bicara lomba F1 GP Singapura.

Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan para pemangku kepentingan untuk menangani melebarnya kawasan hutan dan lahan yang dilahap si jago merah. Tentunya jangan sampai Indonesia semakin jadi sorotan jika seandainya lomba F1 di Singapura dibatalkan karena tingginya indeks PSI.*