BolaSkor.com - Sebuah fakta menarik terungkap dari kesuksesan Manchester United menjuarai Liga Champions 2007-2008. Sir Alex Ferguson yang kala itu masih duduk di kursi manajer ternyata tak sepenuhnya bahagia.

Musim 2007-2008 merupakan salah satu era kejayaan Manchester United asuhan Ferguson. Selain Liga Champions, Setan Merah juga merebut gelar Premier League.

Pada laga final Liga Champions, Manchester United mengalahkan Chelsea lewat adu penalti yang dramatis. Kedua tim sempat bermain imbang 1-1 hingga tambahan berakhir.

Baca Juga:

Respons Mengejutkan Sir Alex Ferguson di Ruang Ganti Pascainsiden Tendangan Kungfu Eric Cantona

Nostalgia - Ketika Sir Alex Ferguson Tiba di Old Trafford 34 Tahun Silam

Tak seperti Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger Sudah Putus Hubungan dengan Arsenal

Manchester United vs Barcelona

Namun bukan pertandingan ini yang membuat Ferguson tak bahagia. Pria berkebangsaan Skotlandia tersebut terganggu dengan cara Manchester United mengalahkan Barcelona di babak semifinal.

Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh Wayne Rooney. Ia menceritakan kisah ini dalam buku Jamie Carragher berjudul 'The Greatest Games' yang akan dirilis pada 12 November mendatang.

"Dia benci bermain defensif. Benar-benar membencinya. Menurut saya, itulah satu-satunya cara Anda bisa mengalahkan mereka (Barcelona)," kata Rooney dilansir dari Mirror.

Pada dua laga semifinal kontra Barcelona, Manchester United memang menerapkan permainan bertahan. Hasilnya, mereka menahan imbang Blaugrana 0-0 di Camp Nou dan menang 1-0 lewat gol Paul Scholes di Old Trafford.

Rooney menilai strategi bertahan tersebut tidak sepenuhnya buah pemikiran Ferguson. Carlos Queiroz yang bertindak sebagai asisten manajer justru disebutnya sebagai sosok kunci pada laga kontra Barcelona.

"Carlos brilian dengan Fergie. Setiap kali manajer mengikuti nalurinya dan berpikir kami akan menyerang, Carlos akan membuatnya berpikir ulang," tambahnya.

"Dia adalah orang yang memberi kami taktik pada 2008 dan berhati-hati yang kami butuhkan."

Terbukti, Ferguson enggan menerapkan strategi yang sama saat kembali bersua Barcelona di final edisi 2009. Saat itu Queiroz sudah tidak ada di sisinya karena ditunjuk sebagai pelatih Timnas Portugal.

Pada laga final yang berlangsung di Stadion Olimpico, Manchester United takluk dengan skor 2-0. Permainan mereka pun tak sesolid pada laga semifinal musim sebelumnya.

"Ketika kami mencapai final pada 2009, dia (Ferguson) tahu kami bisa mengalahkan Barcelona lagi dengan bermain seperti itu, tetapi kemudian dia berkata bahwa kami adalah Manchester United dan kami tidak akan pergi ke final Liga Champions untuk duduk santai sepanjang pertandingan," kata Rooney lagi.

"Kami akan menyerang mereka dan melakukannya dengan cara yang benar. Kami semua duduk di sana dalam rapat tim sambil berpikir, 'Ya ampun'."

Kekalahan atas Barcelona pada 2009 nyatanya tak membuat Ferguson kapok. Ia masih enggan tampil bertahan saat kedua tim kembali bertemu di final edisi 2011 sehingga kembali menelan kekalahan.