BolaSkor.com - Dalam 19 tahun karier profesional Cristiano Ronaldo sebagai pesepak bola, tiga tahun di antaranya pernah dihabiskan di Italia bersama Juventus. Itu melengkapi kariernya yang pernah bermain di Portugal, Inggris, dan Spanyol.

Pada musim panas 2021 Ronaldo membuat keputusan besar meninggalkan Juventus dan kembali ke mantan klub yang pernah dibelanya dari medio 2003-2009, Manchester United dengan mahar 20 juta euro lebih.

Selama tiga tahun membela Juventus Ronaldo meninggalkan warisan berupa dua titel Serie A, Coppa Italia, dan Piala Super Italia. Dari 134 penampilan untuk Il Bianconeri Ronaldo sudah mencetak 101 gol.

Baca Juga:

Usia 36 Tahun, Sprint Cristiano Ronaldo Mencapai 32 Km per Jam

Leonardo Bonucci Ungkap Cara Hentikan Romelu Lukaku

Juventus Kehilangan Cristiano Ronaldo, Thomas Tuchel Ogah Anggap Remeh

Kepergiannya dari Turin terjadi dadakan karena Ronaldo masih sempat membela Juventus melawan Udinese, serta beberapa hari sebelum deadline, hingga Juventus tak punya banyak waktu untuk mencari penggantinya sebelum Moise Kean datang.

Meski hanya membela Juventus dalam waktu singkat dan tidak berhasil mempersembahkan titel Liga Champions, Ronaldo juga memiliki dampak 'negatif' ketika membela La Vecchia Signora. Itu dituturkan oleh bek Juventus Leonardo Bonucci.

Ketergantungan

Leonardo Bonucci dan Cristiano Ronaldo

Kepada The Athletic, Bonucci berbicara mengenai dampak negatif Ronaldo ketika ia membela Juventus. Di satu sisi, sosoknya yang sudah memenangi lima titel Liga Champions dan lima Ballon d'Or punya pengaruh besar dalam menularkan mentalitas juara.

Akan tapi di satu sisi lainnya, para pemain Juventus menurut Bonucci terlalu bergantung kepadanya untuk memenangi pertandingan. Itu menurunkan kesiagaan dan etos kerja keras selama bertanding.

“Inilah masalahnya, gagasan bahwa satu pemain, bahkan yang terbaik di dunia, dapat menjamin kemenangan Juventus,” kata Bonucci kepada The Athletic.

“Kehadiran Ronaldo memiliki pengaruh besar pada kami. Hanya berlatih dengannya memberi kami sesuatu yang ekstra, tetapi secara tidak sadar para pemain mulai berpikir bahwa kehadirannya saja sudah cukup untuk memenangkan pertandingan."

"Kami mulai gagal dalam pekerjaan sehari-hari kami, kerendahan hati, pengorbanan, keinginan untuk berada di sana untuk rekan tim Anda hari demi hari. Selama beberapa tahun terakhir, saya pikir Anda bisa melihatnya."

Meski begitu menurut Bonucci, Ronaldo juga butuh bantuan dari rekan setimnya untuk sukses, terutamanya dari pemberian suplai bola.

“Musim lalu, kami finis keempat dan memenangkan Coppa Italia karena kami menjadi tim lagi. Jika Anda melempar sepotong kayu ke ruang ganti sebelum pertandingan itu, itu akan terbakar seperti listrik yang mengalir melaluinya," imbuh Bonucci.

“Kami melewatkan itu. Mungkin dianggap biasa bahwa jika kami memberikan bola kepada Ronaldo maka dia akan memenangkan pertandingan untuk kami."

"Tapi Ronaldo membutuhkan tim sebanyak kami membutuhkannya. Harus ada pertukaran karena tim lah yang mengangkat individu bahkan jika individu itu adalah pemain terbaik di planet ini," urainya.