BolaSkor.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, menyebutkan sisi positif dari cedera yang diderita Jonatan Christie. Susy menilai cedera itu disebabkan perlawanan pemain muda pada laga sebelumnya.

Kabar buruk datang dari turnamen internal PBSI. Hal itu setelah pebulu tangkis tunggal putra, Jonatan, menderita kram sehingga tidak bisa bertanding pada semifinal.

Padahal sejatinya Jonatan diharapkan bisa masuk ke final turnamen internal PBSI. Laga antara pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo melawan Anthony Sinisuka Ginting memang dinantikan.

Baca Juga:

Hasil Turnamen Internal PBSI: Anthony ke Final, Jonatan Terkapar

Rexy Mainaky Jagokan Erick Thohir Pimpin PBSI

Susy mengungkapkan Jojo menderita kram di seluruh tubuh setelah bertanding melawan Karono. Maklum, laga itu berlangsung selama 80 menit.

"Jonatan mengalami kram sampai satu badan setelah pertandingan kemarin (melawan Karono). Waktu bangun pagi ini, kondisinya belum memungkinkan untuk bertanding," kata Susy.

"Ini menjadi bahan evaluasi buat kami, kemarin latihannya belum penuh. Ada gambaran kalau sudah ada turnamen resmi, berarti persiapannya harus lebih baik."

"Memang semua pasti menginginkan Jonatan melawan Anthony di final. Tetapi, di luar dugaan pemain pelapis memberi perlawanan. Di satu sisi, ini bagus juga karena mereka membuktikan diri," lanjutnya.

Para pemain muda memang memberikan perlawanan kepada Jojo sepanjang turnamen internal PBSI. Pada laga penyisihan, dia harus bertanding 71 menit menghadapi Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay.