BolaSkor.com - Kementerian terkait dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia baru saja menggelar pertemuan, Senin (28/12). Hal ini seperti disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Zainudin Amali.

Pertemuan dipimpin oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy. Hadir pula Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, serta lembaga-lembaga lain.

Pertemuan digelar sebagai respons atas keputusan FIFA per 24 Desember. FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 edisi 2021 yang sedianya digelar di Indonesia.

Keputusan tak lepas dari pandemi Virus Corona (COVID-19) yang masih ada. Oleh FIFA, pandemi dianggap masih membawa tantangan terhadap penyelenggaraan acara olahraga dan masih membatasi perjalanan internasional.

FIFA pun langsung melompat ke edisi 2023. Indonesia tetap ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20.

Baca Juga:

Piala Dunia U-20 Batal, AFC Akan Pastikan Piala Asia U-19

Piala Dunia U-20 2021 Batal, Semangat Bek Timnas U-19 Tak Melorot

Salah satu hal yang dibahas dalam rapat koordinasi yakni soal perawatan stadion yang jadi venue utama Piala Dunia U-20. Menurut Zainudin Amali, fasilitas seperti stadion bisa digunakan di luar Piala Dunia U-20. Ia menambahkan bahwa hingga akhir 2021, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Raykat (PUPR) bertanggung jawab terhadap perawatan.

"Akhir 2022 akan dievaluasi lagi. Kemenpora, PUPR, dan PSSI," kata Zainudin Amali.

"Terkait perawatan, pak Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono) dan daerah menyampaikan, Maret atau paling lama April (venue) sudah selesai, karena memang diperuntukan untuk Mei dan Juni. Karena mundur, sampai akhir 2021 PU menyanggupi."

"Awal 2022 hingga akhir 2022 tanggung jawab daerah, itu beban APBD. Ketika mau digunakan maka dievaluasi. Akan ditinjau secara langsung ke venue utama, lapangan latihan, apakah masih sesuai standar FIFA atau ada kerusakan sedikit-sedikit. Itu Kementerian PU akan renovasi sampai dengan digunakan pada 2023," jelasnya.

Zainudin Amali juga menjelaskan bahwa pemerintah menunggu surat resmi dari FIFA terkait pembatalan edisi 2021.

"Kami harap ada surat resmi dari FIFA, walau disampaikan dalam rilisnya. Kami meminta ke PSSI agar FIFA segera."