BolaSkor.com - Ikon sepak bola Italia, Fabio Cannavaro, turut memerhatikan perkembangan virus corona di kampung halamannya. Cannavaro prihatin dan berharap Italia dapat mengikuti China dengan cara mereka menangani corona.

Italia jadi negara Eropa terparah dengan kasus virus corona mencapai 21.157 kasus dan 1.441 orang meninggal dunia. Sementara di negeri tempat semuanya bermula, Wuhan, China, kondisinya mulai membaik.

Cannavaro yang menangani klub China, Guangzhou Evergrande, turut memberikan penjelasan mengenai bagaimana cara China menangani virus corona dari pengalaman pribadinya.

"Segera setelah saya tiba saya diharuskan melakukan pemeriksaan, menggunakan swab (dibersihkan). Bagi saya ini adalah yang ketiga kalinya dan kemudian suhu tubuh saya diperiksa," tutur Cannavaro kepada La Gazzetta dello Sport.

Baca Juga:

Virus Corona Menyerang, Masa Depan Sepak Bola Eropa Akan Ditentukan Empat Pihak

Terinfeksi Virus Corona, Mikel Arteta Masih Memikirkan Pekerjaan

Cegah Virus Corona, PSSI dan PT LIB Sepakat Liga 1 Tetap Libur dan Liga 2 Disetop Selama Dua Pekan

Fabio Cannavaro

"Kemudian saya harus menandatangani formulir di mana saya menyatakan posisi saya berada dalam beberapa bulan terakhir dan jika saya bertemu dengan orang yang terinfeksi."

"Pada saat itu, seperti semua orang yang memasuki negara dari negara-negara dengan virus, Anda dikarantina selama dua pekan. Jika Anda memiliki tempat tinggal, Anda tinggal di sana, jika tidak mereka menempatkan Anda di hotel yang dilengkapi untuk menjamin isolasi."

Dalam dua bulan terakhir China langsung menutup segala akses (lockdown) untuk memerangi Covid-19. Metode itu bekerja dengan baik.

"Ini adalah pesan positif untuk kita orang Italia dan untuk seluruh dunia. Penyakit ini dapat diberantas, tetapi kita membutuhkan pengorbanan dan pengaturan yang hebat," imbuh Cannavaro.

"Tidak mudah menghadapi monster seperti itu, karena tidak ada preseden. Dan rasa kebersamaan dan nilai dasar kehidupan telah menang. Dibayar mahal dengan pengorbanan, pelajarannya jelas bagi dunia."

"Di Italia kami memahami virus lebih baik daripada kebanyakan negara lain, kami berada di jalan yang benar. Perilaku mayoritas adalah positif, bahkan jika ada yang berjuang untuk memahami."

"Ayah saya, misalnya, tidak cenderung memahami bahwa ia harus mengubah kebiasaan hidup sehari-hari, demi dirinya dan demi keluarga. Dia ingin membeli rokok dari toko tembakau dan mengobrol dengan teman-teman di rumah. Saya membuatnya mengerti bahwa ia berisiko terinfeksi dan membawanya pulang ke ibu," terang pemain berusia 46 tahun itu.

Terakhir, mantan pemain Parma, Juventus, dan Real Madrid itu mengaku khawatir dengan penyebaran corona di Italia dan berharap Italia bisa belajar banyak dari China untuk mengatasinya.

"Ya, saya khawatir, karena kita belum mencapai puncaknya dan kita perlu melawan dan tetap fokus dalam segala hal. Saya memikirkan kesalahan yang dilakukan dalam seminggu terakhir, ketika ribuan orang dari Lombardy melarikan diri ke selatan," terang Cannavaro.

"Saya tidak ingin mengutuk siapa pun, saya mengerti mereka yang ingin kembali ke orang yang mereka cintai, tetapi itu adalah kesalahan besar."

“Sekarang kita perlu menunggu sepekan lagi untuk memahami berapa banyak orang yang telah terinfeksi dan untuk menahan saraf kita sampai puncak penyakit berlalu. Kesalahan yang sama terjadi di China, ketika kecepatan penyakit belum dipahami, solusinya adalah membuat orang keluar dari Wuhan.

“Namun kami belajar dari pengalaman itu di sini. Tapi saya bangga dengan sikap yang diperlihatkan Italia," pungkas Cannavaro.