BolaSkor.com - Pasangan Alexander dan Lena Kenin mungkin tidak pernah menyangka kelahiran putri mereka, Sofia Kenin, pada 14 November 1998 akan mengubah peruntungan keluarga. Bukan tanpa alasan, Sofia merupakan pemenang Grand Slam, Australia Open, 21 tahun kemudian.

Segalanya bermula ketika Alex memutuskan untuk memboyong istrinya, Lena, ke Amerika Serikat dari Uni Soviet pada 1987. Berbekal uang secukupnya, Alex nekat mengejar mimpi di Negeri Paman Sam.

Saat itu, Alex bekerja sebagai supir taksi pada malam hari sedangkan siangnya, dia kuliah mengenai komputer. Sementara itu, Lena adalah perawat sebelum meninggalkan Uni Soviet.

"Saya harus bekerja saat malam dan paginya berangkat sekolah. Saya menyetir di New York, mendengarkan Bahasa Inggris di taksi. Saya tidak tahu apa yang mereka katakan," kenang Alex Kenin.

Baca Juga:

Australia Open 2020: Garbine Muguruza Bisa Samai Torehan Serena Williams

Ketika Australia Open 2020 Beri Penghormatan untuk Kobe Bryant

Sofia Kenin
Sofia Kenin

"Akan tetapi, luar biasa saya bisa bertahan saat itu. Sofia Kenin mengetahui soal itu dan mungkin itu yang membuatnya tangguh. Saat itu segalanya terasa berat," lanjutnya.

Sempat kembali ke Uni Soviet yang sudah berganti nama menjadi Rusia, Alex dan Lena Kenin tidak lama-lama di tanah kelahiran mereka. Hanya untuk keperluan kelahiran Sofia Kenin, setelah itu kembali ke Amerika Serikat.

Perubahan terjadi ketika Sofia Kenin berusia lima tahun. Sofia ikut sang ayah bermain tenis yang merupakan hobinya. Saat itu, Sofia kecil menunjukkan bakat di dunia tenis.

Sayangnya postur tubuh serta fakta Sofia Kenin merupakan imigran kerap membuatnya kesulitan bermain. Tak jarang orang-orang meremehkan bakat gadis berusia 21 tahun itu.

"Tidak semua orang berkata hal baik mengenai saya. Namun, ayah saya selalu ada dan dia tidak mendengarkan hal tersebut. Saya bisa saja berkarier di dunia lain," ujar Sofia Kenin.