BolaSkor.com - Setiap laga saat ini bak menjadi hari-hari penghakiman bagi manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Khususnya setelah menderita dua kekalahan beruntun dengan hasil telak di Premier League.

Pasca kalah 2-4 dari Leicester City, Red Devils tak berdaya dibantai rival abadi Liverpool di Old Trafford dan kalah dengan skor 0-5. United juga bermain dengan 10 pemain pasca Paul Pogba menerima kartu merah.

Cara United menelan kekalahan itu juga membuat fans frustrasi. Bagaimana tidak, United tak punya hasrat untuk menang atau sekedar merebutkan bola, bahkan mereka tak punya identitas bermain yang jelas.

Solskjaer dikabarkan bakal dipecat setelah laga itu seperti halnya Jose Mourinho pada Desember 2018. Akan tapi menurut kabar yang beredar Solskjaer masih diberi kesempatan. Tak ayal laga melawan Tottenham Hotspur akhir pekan ini jadi krusial bagi Solskjaer.

Baca Juga:

3 Alasan Antonio Conte Layak Gantikan Solskjaer di Man United

Manchester United Dibantai Liverpool, Marcus Rashford Malu

5 Momen Pembantaian Manchester United oleh Sang Rival, Liverpool

Ole Gunnar Solskjaer

Menurut pandit sepak bola Inggris, Paul Merson, Solskjaer cukup beruntung tidak dipecat setelah kekalahan tersebut. Menurutnya jika itu bukan Solskjaer yang notabene legenda klub, pelatih lain sudah pasti dipecat setelah kekalahan tersebut.

"Saya belum pernah melihat hasil seperti ini sebelumnya. Tidak ada yang sebanding dengan hasil ini, tidak ada apa-apa. Saya malu. Itu bukan laga yang bagus ditonton," tutur Merson di Sky Sports.

"Manchester United versus Liverpool, pertandingan terbesar di dunia, pertandingan terbesar di musim United, dan mereka kalah telak."

"Saya tidak suka melihat manajer mana pun dipecat, tetapi Ole Gunnar Solskjaer sangat beruntung masih memiliki pekerjaan itu. Dia seberuntung Anda bisa menjadi manajer."

“Saya tidak peduli apa yang dikatakan orang, tetapi jika ada manajer lain di klub lain di Eropa yang kalah 0-5 di kandang dari rival terbesar Anda, manajer itu akan pergi. Jika Chelsea atau Arsenal kalah 0-5 di kandang dari Tottenham, manajer akan melakukannya dengan baik untuk tetap berada di sana pada Senin pagi."

"Manchester United hanya memenangkan satu pertandingan Premier League dalam lima pertandingan, itu tidak dapat diterima, namun manajer masih mendapatkan pekerjaan. Saya tidak tahu apa yang terjadi di klub."

Merson juga menambahkan setelah tiga tahun kurang memimpin United, Solskjaer tidak tahu tim terbaiknya dan klub bermain individu, tidak kolektif.

"Yang mengkhawatirkan adalah setelah tiga tahun Solskjaer jelas tidak tahu tim terbaiknya," imbuh Merson.

“Mereka merogoh kocek untuk mendapatkan pemain seharga 70 juta poundsterling dalam diri Jadon Sancho, dia tidak bermain. Mereka punya pemain seperti Paul Pogba, yang telah mereka pertahankan, dan dia tidak memulai pertandingan terbesar. musim ini."

“Saya sudah mengatakannya sebelumnya, dan saya akan mengatakannya lagi – Manchester United bukan tim, mereka adalah sekelompok individu. Mereka kebobolan 11 gol dalam tiga pertandingan terakhir, empat di Leicester, dua melawan Atalanta, dan lima di kandang melawan Liverpool."

"Sebuah tim seperti Manchester United seharusnya tidak membiarkan jumlah gol sebanyak itu selama sebagian besar musim, tetapi itu hanya menunjukkan di mana mereka berada saat ini.”

“Tidak ada bentuk atau pola, jika United mencetak gol, hampir seolah-olah mereka beruntung dan itu datang entah dari mana. Seperti yang ditunjukkan Manchester City dan Chelsea, dan Liverpool dengan cara yang menghancurkan di Old Trafford pada hari Minggu, mereka telah mendapatkan sebuah rencana," urai dia.