BolaSkor.com - Manchester United terlempar dari empat besar klasemen Premier League 2018-19. Setan Merah harus rela menutup musim di posisi keenam dan hanya berhak tampil di Liga Europa musim depan.

Buruknya pencapaian Setan Merah tak lepas dari ambrolnya performa Paul Pogba cs setelah klub memutuskan untuk mempermanenkan Ole Gunnar Solksjaer sebagai manajer. Boleh jadi saat ini United menyesali keputusan menjadikan Solskjaer sebagai pelatih permanen.

Solskjaer kembali ke United dengan menjadi pelatih sementara/caretaker Manchester United pada 19 Desember 2018. Dia masuk mengisi posisi Jose Mourinho yang dipecat.

Baca Juga:

Wonderkid Portugal Bikin Atletico Madrid Ingin Jual Griezmann ke Barcelona

Presiden Barcelona Buka Suara soal Isu Transfer Antoine Griezmann

Di bawah komando Solskjaer, United seperti mendapat angin kedua. Mereka seperti kembali menikmati masa bulan muda dengan mengukir hasil luar biasa.

Dalam 19 partai di semua kompetisi, Solskjaer membawa Manchester United menang 14 kali, imbang 2 kali, dan kalah 3 kali. Dengan kata lain, MU mencatat persentase kemenangan mencapai 73,7 persen.

Catatan tersebut lebih tinggi daripada yang penah dicapai pelatih-pelatih sebelumnya yang berstatus legenda macam Sir Alex Ferguson (59,67 persen) atau Sir Matt Busby (52,38 persen). Ya, kala itu Solksjaer lebih baik ketimbang Fergie dan Busby.

Catatan apik dan euforia publik membuat manajemen klub yakin untuk langsung memutuskan mempermanenkan status Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer pada 28 Maret lalu. Bahkan Solksjaer langsung diikat kontrak berdurasi tiga tahun.

Namun, bulan madu tidak berjalan lama. Setelah Manchester United mengikat Solskjaer, mereka runtuh. Dalam 10 pertandingan, United hanya 2 kali menang, 2 kali imbang, dan 6 kali mengalami kekalahan.

Memang United sempat mengejutkan di Liga Champions dengan menyingkirkan Paris Saint-Germain. Namun kejutan itu langsung berakhir setelah Setan Merah didepak Barcelona.

Total, setelah status Solskjaer menjadi pelatih permanen, United hanya mencatat persentase kemenganan 20 persen. Melorot drastis jika dibandingkan dengan periode sebelum Solksjaer dipermanenkan.

Angka 20 persen itu sontak menempatkan Solksjaer sebagai pelatih terburuk Manchester United sepanjang masa. Ya, belum pernah ada pelatih Setan Merah dengan persentase kemenangan serendah ini.

Solksjaer bahkan lebih buruk daripada Jimmy Murphy pada masa kelam United pada rentang Februari-Juni 1958. Kala itu Murphy mencatat persentase kemenangan 22,73 persen.