BolaSkor.com - Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menantang para penyerangnya untuk mengurangi beban yang dipikul Cristiano Ronaldo. Solskjaer tak ingin Ronaldo menanggung sendiri tugas mencetak gol.

Sejak kembali ke Manchester United, Cristiano Ronaldo membuktikan dirinya masih layak menyandang status penyerang berbahaya. Meski sudah berusia 36 tahun, Ronaldo mengemas empat gol dalam tiga laga di berbagai ajang.

Meski demikian, muncul kekhawatiran Manchester United akan terlalu bergantung pada Cristiano Ronaldo. The Red Devils ditakutkan akan kesulitan mencetak gol jika Ronaldo tidak dalam penampilan terbaik.

Baca Juga:

Penampilan Martial Dicibir, Solskjaer Pasang Badan

Manchester United dan Trofi yang Terus Menjauh dari Solskjaer

Hasil Putaran Tiga Piala Liga: Chelsea dan Arsenal Lolos, Man United Angkat Koper

"Tidak, tentu saja tidak," jawab Solskjaer ketika ditanya apakah Cristiano Ronaldo memikul beban mencetak gol sendirian, seperti dilaporkan Mirror.

"Marcus Rashford belum kembali. Namun, tentu saja Anthony Martial, Jadon Sancho, dan Edinson Cavani akan mencetak gol," sambung sang manajer.

"Beban tersebut harus dibagi kepada yang lain, itu pasti. Paul Pogba juga akan mencetak gol. Sudah lama sekali kami tidak punya striker utama yang bisa mengemas 30 atau 40 gol per tahun," imbuhnya.

"Namun, jika Anda bisa mendapatkan itu dan yang lain bisa mencapai perhitungan yang juga diharapkan, kami punya peluang bagus."

Sanjung Peran Cristiano Ronaldo

Secara khusus, Solskjaer memuji peran Cristiano Ronaldo. Menurut Solskjaer, CR7 masih menjadi satu di antara penyerang terbaik.

"Dia pantas mendapatkan pujian atas kondisi fisiknya. Namun, yang lebih mengesankan adalah ketika mencapai sebanyak apa yang dimiliki, dia masih lapar. Mentalitasnya masih sangat tepat," kata Solskjaer.

"Cristiano Ronaldo juga masih menjadi satu di antara pemain tercepat di liga dan saya senang akan kondisi fisiknya. Namun, tentu saja kembali ke Premier League mungkin akan lebih intens daripada Spanyol dan Italia. Jadi, kami harus mengatur beban kerjanya."