BolaSkor.com - Rencana FIFA menggelar Piala Dunia dua tahun sekali menuai pro dan kontra. Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate punya pandangan menarik terkait hal ini.

Rencana menggelar Piala Dunia dua tahun sekali merupakan ide dari Arsene Wenger. Mantan manajer Arsenal tersebut kini bekerja di FIFA sebagai kepala pengembangan sepak bola global.

Ide Wenger dianggap banyak pihak akan menghilangkan kesakralan Piala Dunia. Turnamen sepak bola terakbar tersebut rutin digelar empat tahun sekali.

Baca Juga:

Proyek Besar Italia, Tuan Rumah Piala Eropa 2028 atau Piala Dunia 2030

Piala Dunia Akan Digelar Dua Tahun Sekali?

Paolo Rossi, Juara Dunia yang Berdosa Milik Italia

Arsene Wenger dan Gareth Southgate

Wenger sudah berdiskusi dengan sejumlah tokoh sepak bola terkait idenya tersebut. Souhtgate menjadi salah satu orang yang diajak bicara.

"Saya bertemu Arsene beberapa minggu yang lalu, jadi saya punya ide bagus tentang proposal itu. Ada banyak untaian yang berbeda, jadi ada bagian-bagian yang saya pikir bisa bekerja, bagian-bagian yang menurut saya perlu lebih banyak pertimbangan dan bagian-bagian yang mungkin tidak akan berfungsi," kata Southgate dilansir dari Goal.

“Sebagai seorang tradisionalis, rasanya Anda bisa kehilangan daya tarik Piala Dunia karena kelangkaannya membuatnya lebih penting. Namun saya juga mengerti bahwa pemain yang mengalami cedera untuk Piala Dunia mungkin hanya mendapatkan satu kesempatan dalam delapan tahun dan itu sangat sulit.”

Meski tak menolak, Southgate punya satu permintaan. Ia ingin kepentingan pemain menjadi alasan utama di balik keputusan final terkait ide ini.

Southgate tak mau nantinya jumlah pertandingan yang harus dimainkan pemain justru bertambah setiap musimnya. Ini dianggapnya akan menimbulkan masalah baru.

“Seluruh kalender umumnya perlu dirapikan. Lebih sedikit pertandingan, kualitas lebih baik, tetapi ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan dan kami tidak bisa menambahkan lebih banyak saat ini," tambahnya.

Jika disahkan, format baru Piala Dunia bisa dimulai pada 2028 mendatang. Hal ini akan membuat turnamen akbar lain seperti Piala Eropa atau Copa America digeser ke tahun ganjil.