BolaSkor.com - Masalah klasik kembali menghampiri Spanyol pada perhelatan Piala Eropa 2020. Mendominasi penguasaan bola tetapi tak mencetak gol. Pemandangan itu terlihat di laga pertama fase grup E melawan Swedia di Estadio de la Cartuja, Senin (15/06) dini hari WIB.

Spanyol dibuat frustrasi sepanjang pertandingan. Peluang demi peluang gagal berbuah gol, termasuk peluang yang gagal dimanfaatkan Alvaro Morata. Siulan meramaikan suasana di stadion.

Ironis, siulan itu bukan untuk lawan melainkan tim tuan rumah yang seharusnya dapat dukungan fans. Hal yang wajar juga karena rasa frustrasi yang sangat menumpuk dirasakan mereka dan juga para pemain.

Dari catatan BBC Sport Spanyol punya 85 persen penguasaan bola dan melepaskan total 917 operan sepanjang laga, plus 17 tendangan dan lima tepat sasaran. Tapi apa yang didapatkan Spanyol? Hasil imbang tanpa gol.

Spanyol buntu mencetak gol melawan Swedia

"Kami pantas mendapatkan lebih (hasil yang lebih baik). Tetapi jawabannya adalah terus bekerja. Kami harus terus bermain seperti itu dan menerima bahwa jika Anda tidak mencetak gol, Anda tidak akan menang, tidak peduli seberapa baik Anda bermain. Saya harap para penggemar mendukung kami sekarang," ucap Dani Olmo, pemain Spanyol.

"Kami menciptakan begitu banyak peluang sehingga saya yakin gol akan datang. Saya tahu sekarang akan ada analisis video yang bagus untuk melihat mengapa kami tidak mencetak gol tetapi semua orang bisa membuat kesalahan dan kami semua melakukannya," tambah gelandang Spanyol, Pedri.

"Morata adalah pribadi dan dia membutuhkan dukungan, dia bekerja sangat keras untuk tim. Semua orang harus tetap tenang dan mendukung kami."

Perdebatan Penyerang Spanyol

Satu yang disorot dari buntunya keran gol Spanyol itu adalah posisi penyerang. Alvaro Morata pemain tenar di Eropa, sukses memenangi trofi dan punya pergerakan bagus, tetapi acapkali ketika dihadapkan pada momen besar Morata gagal memenuhi ekspektasi.

Sikap suporter kepada Morata terbagi dua dengan adanya mereka yang memberikan dukungan, serta mereka yang kecewa dengan performa striker Juventus. Hal itu bisa terlihat kala Gerard Moreno bermain di babak kedua dan fans mengapresiasinya.

Menurut Marca bermain atau tidaknya Morata menjadi perdebatan di Spanyol. Sementara itu Enrique menilai hasil kontra Swedia tidak adil jika melihat permainan Spanyol, tetapi ia menegaskan Spanyol akan tetap memainkan sistem yang sama.

Alvaro Morata jadi sorotan

"Kami lebih unggul dari lawan, yang memutuskan untuk bertahan dan bertahan, dan menciptakan bahaya dari bola-bola panjang dan mereka hampir bisa menang. Ini tidak adil, saya merasa tidak enak untuk para pemain dan penggemar, tetapi kami tidak akan berhenti berusaha," tegas Enrique.

"Itu selalu sama. Ketika Anda tidak mencetak gol, mereka bertanya apakah Anda khawatir, dan ketika Anda kebobolan, sama saja. Apa yang kami coba lakukan adalah menghasilkan peluang, tetapi kami tidak menyelesaikannya. Dengan banyak nasib buruk, saya kehilangan permainan seperti ini."

Mengenai Morata, Enrique melihat pemainnya itu bekerja dengan baik untuk Spanyol di fase defensif atau ofensif.

"Saya telah melihat mereka bertepuk tangan untuknya, saya fokus pada itu. Sebagai pelatih saya harus melindungi banyak hal. Alvaro bagus dalam menyerang dan bertahan dan dia harus bermain dengan handicap ini," tambah Enrique.

Menarik untuk dinanti apakah Spanyol dapat memecah kebuntuan mencetak gol ketika bertanding melawan Slovakia dan Polandia.