BolaSkor.com - COO Bhayangkara FC, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Sumardji, mengaku masih belum bisa berkomentar terkait dengan pembayaran gaji 50-60 persen kepada pemain dan pelatih dari nilai kontrak yang sudah ada sebelumnya.

Seperti diketahui, PSSI sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dengan nomor SKEP/53/VI/2020 terkait dengan kelanjutan dari kompetisi. Pada surat tersebut juga tertera bahwa setiap tim berhak membaya gaji pemain sebesar 50-60 persen ketika kompetisi kembali dimulai.

Sebelumnya, PSSI juga telah melakukan pemotongan gaji pemain ketika Liga 1 dihentikan akibat Virus Corona (COVID-19). PSSI juga membuat surat keputusan dimana tim berhak membayar gaji pemain sebesar 25 persen dari bulan Maret-Juni.

Baca Juga:

Sani Rizki Berharap Dapat Panggilan TC Kembali dari Shin Tae-yong

Tanggapan Achmad Jufriyanto soal Regulasi Pemain U-20 di Liga 1

"Bingung saya kalau masalah pembayaran gaji ini, sekarang 50-60 persen, tapi sponsor belum ada yang masuk. Ya mudah-mudahan saja ada cara nanti," kata Sumardji ketika dihubungi oleh BolaSkor.com, Minggu (5/7).

Mantan manajer Timnas Indonesia U-23 itu mangaku sejauh ini Bhayangkara FC memang sangat kesulitan untuk mencari dana di tengah pandemi Virus Corona seperti ini. Maka dari itu, Sumardji berharap PT Liga Indonesia Baru (LIB) bisa memberikan dana subsidi dengan lancar.

Selain itu, Sumardji ingin wacana subsidi RP800 juta untuk setiap tim benar adanya. Bahkan meski subsidi ditambahkan Sumardji masih merasa kesulitan untuk membayar gaji pemain.

"Kalau kita andalkan subsidi, paling seberapa sih? Walaupun naik jadi Rp800 juta, masih kurang untuk membayar gahi pemain. Sekarang ya kami hanya menunggu kepastian dari sponsor dan subsidi saja," pungkas pria yang kini menjabat sebagai Kapolda Sidoarjo tersebut.