BolaSkor.com – Jumat 19 April 2019, PSSI merayakan ulang tahunya yang ke-89. Berdiri di Yogyakarta pada 1930 lalu dibuat dengan dana yang minim, Soeratin Sosrosoegondo berhasil membangun organisasi sepak bola pertama di Indonesia, bahkan ia ditunjuk menjadi ketua umum pertama PSSI.

89 tahun bukan umur yang muda dan hampir beranjak tua. Tapi sampai dengan saat ini PSSI masih terus dirundung masalah yang tidak ada habisnya. Terakhir, masalah match fixing yang membuat Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono harus ditahan oleh Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola.

Selama umur tersebut, sayangnya belum ada prestasi menonjol yang didapatkan. Terutama dalam belasan tahun terakhir. Prestasi yang bisa dikatakan lumayan, terakhir didapat saat Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991. Tapi sampai sekarang belum ada lagi prestasi yang nyata.

Banyak harapan dari stakeholder sepak bola di Indonesia agar PSSI bisa segera bangkit dari keterpurukannya saat ini. Salah satu orang yang sangat menginginkan hal tersebut ialah pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini. Mantan pelatih PKT Bontang ini berharap PSSI kini bisa bekerja sama dengan baik dengan stakeholder lain, terutama pemerintah.

Baca Juga:

Peringati HUT ke-89, Asprov PSSI Kembali Ziarah ke Makam Soeratin

PSSI Kembali Gelar Elite Pro Academy Liga 1 U-16, Ini Pembagian Grupnya

“Saya rasa 89 tahun itu kan bukan usia yang muda, tapi saya bilang tua pun tidak, karena Manchester pun sudah 140 tahun lebih umurnya. Muda atau tua bisa lihat dari mana saja. Tapi paling tidak, sepanjang perjalanan PSSI mereka sudah mengalami baik-buruk terutama dalam mengelola organisasinya,” ucap Fakhri Husaini.

“Tapi yang paling berat sekarang ini, ujian yang tidak pernah mereka alami di pengurusan sebelumnya, tentu saya berharap semua ujian ini bisa terselesaikan dengan baik. Baik dalam organisasi sendiri, baik juga untuk masa depan sepak bola Indonesia. Ya, mudah-mudahan, PSSI semakin, biasanya orang kuat itu setelah mereka melalui berbagai macam cobaan."

Ombak yang tenang pun tidak akan menghasilkan pelaut yang handal, mungkin pepatah ini bisa menggambarkan kondisi dari PSSI itu sendiri. Fakhri berharap dengan adanya ombak yang besar ini, ia yakin kedepannya PSSI akan bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Saya berharap ini ombak yang kuat untuk PSSI. Saya berharap mereka bisa cepat keluar dari gelombang ini sehingga ke depannya pengelolaan organisasi ini bisa lebih baik lagi dan profesional. Saya juga berharap PSSI bisa membangun kerja sama dengan seluruh stakeholder terutama pemerintah,” tutup Fakhri.