BolaSkor.com - Arema FC punya dasar kuat dibalik usulan dalam melakukan renegosiasi kontrak pada semua anggota timnya. Peninjauan ulang nilai kontrak itu akan menyasar pada komposisi pemain dibanding staf pelatih dan ofisial.

Sebelumnya, tim Singo Edan mengubah haluan dengan mendukung kembali berlanjutnya kompetisi di tengah masa pandemi. Namun dengan dua usulan, yaitu meminta kenaikan hak komersil alias subsidi kompetisi dan juga melakukan renegosiasi kontrak.

"Karena gaji pemain menjadi anggaran paling besar. Tidak ada upaya mencari keuntungan, karena targetnya lebih kepada meminimalisir kerugian klub," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Baca Juga:

Perkembangan Cedera Stopper Persebaya Mokhamad Syaifuddin

Tim Persebaya Surabaya Dilanda Kebahagiaan

Pihaknya melanjutkan, bahwa ada dasar kuat dibalik usulan itu. Yaitu melalui surat edaran FIFA yang berupaya mencari titik tengah dalam mengatasi pandemi COVID-19 yang melemahkan bidang sepak bola saat ini.

"Surat FIFA itu memperbolehkan setiap klub untuk mengatur ulang kontrak pemain maupun pelatih, jika kompetisi dilanjutkan. Ada kesempatan bertemu sampai tiga kali," terang Ruddy.

"Jika tidak terjadi kesepakatan, maka statusnya kena pending. Artinya si pemain atau pelatih tidak bisa berlaga bersama klub, sehingga klub mencari pemain atau pelatih baru," imbuhnya.

Arema FC sendiri harus menyediakan anggaran besar dalam pemenuhan gaji dan kontrak pemain maupun pelatih. Tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan itu sebelumnya mengklaim, setidaknya butuh lebih dari Rp2 miliar dalam menggaji anggota tim di setiap bulannya.

"Untuk gaji 25 persen saja, kami setidaknya butuh sekitar Rp575 juta," tutup Ruddy. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)