BolaSkor.com - Timnas Italia akan mendapatkan ujian besar dalam perjalanan mereka memenangi titel Piala Eropa 2020. Gli Azzurri akan menghadapi Spanyol di semifinal yang dihelat di Wembley, Rabu (07/07) pukul 02.00 dini hari WIB.

Kedua tim sudah bertemu sebanyak 14 kali di seluruh kompetisi. Italia menang dua kali dan Spanyol lima kali, sisa tujuh berakhir imbang. Teranyar Italia menang 2-0 di Piala Eropa 2016 atas Spanyol.

Menjelang pertandingan semifinal nanti kedua tim datang dalam kondisi berbeda. Italia sejauh ini tampil impresif mencatatkan kemenangan dari fase grup hingga perempat final, sedangkan Spanyol hanya sekali menang di waktu normal (90 menit).

Baca Juga:

Rekor Adu Penalti Italia Vs Spanyol: Siapa Paling Jago?

Fans Italia Dibatasi di Stadion Wembley, Mancini: Tak Adil

Nostalgia - Duel Maestro dan Dominasi Spanyol atas Italia di Piala Eropa 2012

Duel Italia dan Spanyol dinanti karena bentrok pemain-pemain berkualitas di kedua kubu. BolaSkor.com coba mengombinasikan pemain terbaik kedua tim di Piala Eropa 2020 dalam taktik 4-3-3, formasi yang sering digunakan kedua tim. Berikut tim tersebut:

1. Gianluigi Donnarumma - Kiper

Kiper berusia 22 tahun baru kebobolan dua gol sejauh ini di Piala Eropa 2020 (dan tidak membuat blunder seperti Unai Simon). Dibanding kiper-kiper Spanyol, Gianluigi Donnarumma tampil lebih meyakinkan dan memberikan ketenangan di lini belakang Italia.

2. Jordi Alba - Bek Kiri

Leonardo Spinazzola cedera dan sudah mengakhiri perjalanan di Piala Eropa 2020. Tapi untuk posisi bek kiri ditempati oleh Jordi Alba, pemain senior Spanyol yang menghidupkan sisi kiri khususnya kala membangun serangan.

3. Giorgio Chiellini - Bek Tengah

Untuk pasangan bek tengah kali ini dimiliki oleh duo Juventus, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Kunci kuatnya pertahanan Italia yang baru kebobolan dua gol datang dari kolektivitas dan ketangguhan kedua pemain tersebut, apalagi soal pengalaman Chiellini tak perlu diragukan lagi.

4. Leonardo Bonucci - Bek Tengah

Pasangan Chiellini sampai Jose Mourinho menilai keduanya dapat bermain bersama dengan mata tertutup (saking lamanya kedua pemain bermain bersama). Bonucci juga dapat mencetak gol dan membangun serangan dari lini belakang.

5. Cesar Azpilicueta - Bek Kanan

Posisi bek kanan ditempati oleh bek serba bisa Chelsea. Cesar Azpilicueta kuat dalam bertahan sebagai bek kanan atau bek tengah-kanan pada taktik tiga bek. Dia juga dapat mencetak gol dan mengirim umpan silang berbahaya.

6. Jorginho - Gelandang Tengah

Jenderal lini tengah Italia. Jorginho mengalirkan bola dari lini belakang ke depan, melakukan transisi bermain, membantu tim bertahan, dan turut membangun serangan. Dia metronom permainan Italia.

7. Pedri - Gelandang Tengah

Usianya baru berumur 18 tahun dan Pedri sudah jadi andalan lini tengah Spanyol arahan Luis Enrique. Ketenangan kala mengontrol bola, visi bermain bagus dan operan akurat, mengingatkan publik akan sosok legendaris Andres Iniesta.

8. Nicolo Barella - Gelandang Tengah

Gelandang pekerja keras milik Italia. Pasca mempersembahkan Scudetto untuk Inter Milan permainan Nicolo Barella berkembang sebagai box to box, pemain yang sibuk bertahan dan juga membangun serangan.

9. Lorenzo Insigne - Winger Kiri

Penyerang sayap lincah Napoli jadi pemain kunci Italia dengan teknik mendribel bola dan kemampuan mencetak gol. Dengan tubuhnya yang kecil Lorenzo Insigne bisa mendribel bola melewati lawan dan melakukan penetrasi ke kotak penalti.

10. Ciro Immobile - Striker Sentral

Ketimbang Alvaro Morata performa Ciro Immobile sedikit lebih baik, sebab Immobile bekerja untuk tim dalam fase bertahan dan menyerang pertahanan lawan dengan memanfaatkan ruang di antara bek-bek lawan.

11. Ferran Torres - Winger Kanan

Sisi kanan serangan dimiliki oleh Ferran Torres. Winger Manchester City memiliki kecepatan kala melakukan penetrasi dan menyelesaikan peluang dengan kakinya.

Simak Rangkuman keseruan Piala Eropa 2020 di sini