BolaSkor.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, menyebut aturan yang dibuat demi kebaikan atlet. Aturan-aturan tersebut telah dipikirkan secara matang.

Pemerintah Indonesia mulai bersiap menerapkan kebijakan new normal. Kebijakan tersebut adalah masyarakat bisa tetap menjalankan kegiatan normal asal mengikuti prosedur kesehatan.

Akan tetapi, PBSI akan tetap menjalankan kebijakan karantina mandiri atlet. Kebijakan tersebut sudah mereka jalankan sejak para atlet pulang dari All England 2020.

Baca Juga:

Hafiz Faizal Bersyukur Bisa Jumpa Keluarga Saat Hari Raya Idul Fitri

Imbauan Susy Susanti Hadapi New Normal di Indonesia

Susy mewakili PBSI menyebut kebijakan tersebut dikarenakan mereka memiliki tanggung jawab kepada para atlet. Pemenang medali emas Olimpiade 1992 itu menyebut atlet adalah aset bangsa.

"Kalau gampang, bagaimana pertandingan? Tetapi kami kan tanggung jawab jaga atlet yang merupakan aset bangsa. Makanya di PBSI ada aturan," ujar Susy saat dihubungi BolaSkor.com.

"Kalau tidak, ketika atlet sakit, yang tanggung jawab siapa? PBSI. Kalau atlet mau seenaknya tidak bisa. Jangankan sakit berat, sakit ringan saja PBSI yang tanggung."

"Padahal kalau menang 1 persen saja tidak dapat PBSI. Akan tetapi, ketika mereka kalah PBSI yang di bully. Jadi banyak pertimbangan (tetap menjalankan karantina mandiri)," lanjutnya.

Mulai Juni mendatang, PBSI akan memulai latihan seperti biasa. Selain itu, sejumlah atlet yang sempat kembali ke klub bakal masuk ke Pelatnas PBSI.