BolaSkor.com - Sylvano Comvalius menjadi satu dari sekian ribu pemain asal Eropa yang memilih jalur berbeda dalam kariernya. Ia menetapkan karier sebagai petualang, dengan menjelajah 10 kompetisi negara berbeda di Eropa dan Asia.

Namun dari pengalaman itu, Liga 1 di Indonesia yang menurutnya paling berbeda. Penundaan pertandingan secara tiba-tiba berikut jadwal yang super padat, menjadi hal yang mulai jamak ditemuinya saat ini.

"Kompetisi di sini adalah yang paling sulit. Bertanding tiga sampai empat hari sekali akan berat," tutur Sylvano Comvalius.

Jadwal gila yang sudah menunggu Arema FC pada dua bulan ke depan, pun tidak mengurangi motivasinya. Justru, hal itu menjadi tantangan tersendiri lantaran harus segera fit dengan waktu recovery yang minim.

Baca Juga:

Agil Munawar Belum Menyerah dalam Persaingan Lini Belakang Arema FC

Sisi Positif Penundaan Laga Arema FC Vs Persib bagi Rivaldi Bawuoh

Tim Singo Edan sendiri sudah bersiap menjalani jadwal gila, 5 pertandingan sepanjang Juli dan 7 lainnya pada Agustus, termasuk pertemuan melawan Persib Bandung yang ditunda pada 14 Juni.

"Jadwal seperti ini sudah tidak normal. Tapi sebagai pemain, kami harus menjalaninya dengan baik," ungkap striker Arema FC berpaspor Belanda dan Suriname tersebut.

"Jadwal ke depan memang sangat padat. Tapi, saya pikir, tidak ada pemain yang menolak bermain di kompetisi," tambahnya.

Arema FC menjadi klub kedua dalam karirnya di Indonesia, setelah Bali United. Sementara di Asia, Comvalius juga sudah pernah menjajal kompetisi ketat lainnya bersama Al Salmiya (Kuwait), (Kazakhstan), Suphanburi (Thailand) dan Kuala Lumpur FA (Malaysia). (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)