BolaSkor.com - Tim sepak bola Jawa Timur menatap serius perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua, Oktober mendatang. Tim pelatih sepak bola PON Jatim merancang sejumlah ujicoba menghadapi tim-tim kuat. Dengan tujuan untuk membangun tim PON Jatim yang tangguh demi meraih target merebut medali emas cabang olahraga sepak bola di pentas olahraga empat tahunan tersebut.

Tim PON Jatim sendiri sudah melakoni 15 kali uji coba. Dengan rincian sepanjang tahun 2020 sebanyak 7 kali, dan 8 kali pada tahun 2021. Rata-rata lawan yang dihadapi adalah tim-tim profesional Liga 1 asal Jatim dan tim lokal. Terbaru, mereka menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Gelora 10 Nopember (22/5). Laga tersebut berakhir imbang tanpa gol.

Pelatih tim PON Jatim Rudy William Keltjes mengatakan dengan target tinggi yang dibebankan tentu membutuhkan persiapan yang matang. Karena itu, ke depan, Catur Pamungkas dkk. hanya akan beruji tanding melawan tim-tim Liga 1 dan Liga 2. Rudy tidak mau melawan tim dengan level di bawah tim asuhannya.

Baca Juga:

Liga 1 2021 Berpeluang dengan Penonton bagi BNPB

Persebaya Tutup Pintu untuk Pemain Lokal

"Bukannya sombong. (Kualitas) masih jauh dibawah kami. Kalau saya cari lawan level Liga 2 yang betul-betul siap. Kalau Liga 2 tanpa persiapan matang, janganlah," ungkap Rudy.

Apalagi sampai saat ini mereka belum mendapatkan kepastian untuk menjalani pemusatan latihan (TC) keluar negeri. Hingga kini, KONI Jatim belum memberikan lampu hijau untuk cabang olahraga proyeksi PON 2021 menggelar TC luar negeri. Selain karena meningkatnya pandemi Covid-19 juga lantaran anggaran yang turun tak sesuai harapan KONI Jatim.

"Saya tidak memikirkan itu. Yang penting banyak ujicoba. Itu (TC luar negeri) urusan saya dengan anak-anak. Dalam waktu dekat ada ujicoba lagi. Dengan Persis Solo, PSIM Jogjakarta, PSG Pati sudah oke," sebut Rudy.

"Akan sangat bagus untuk menambah jam terbang tim saya. Karena itu bisa bermanfaat sangat besar bagi tim kita karena kita bisa melihat kemampuan kita di setiap pemain, organisasi permainan, fisik pemain, dan juga kita bisa dapatkan lawan yang tangguh," imbuh pelatih kelahiran Situbondo, 12 Februari 1952 ini.

Rudy Keltjes menyebutkan banyaknya uji coba dibutuhkan karena tim asuhannya masih memiliki kekurangan. Ia mengakui tim sepak bola PON Jatim masih perlu dibenahi mulai dari komunikasi antar lini hingga penyelesaian akhir. Hal itu berkaca dari laga ujicoba terakhir melawan Persipura.

"Kami tidak bisa cetak gol karena memang tidak punya ujung tombak yang killer. Ini merupakan problem kami sebenarnya," terang sosok yang turut membawa Persebaya menjuarai Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1977-1978 silam. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)