BolaSkor.com - Boss Mercedes, Toto Wolff, belajar banyak dari kegagalan Manchester United. Tim berjuluk The Silver Arrows ini akhirnya mengetahui alasan kenapa tidak dapat meraih keberhasilan seperti dulu kala.

Mercedes menjadi tim tersukses usai era Ferrari dan Michael Schumacher. Melalui Lewis Hamilto, tim yang bermarkas di Brackley, Inggris Raya ini mampu mendominasi balapan F1 selama tujuh musim (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, dan 2020).

Sayangnya usai kemenangan terakhir Hamilton, Mercedes seolah berjalan ditempat. Mereka tidak dapat lagi mempertahankan masa keemasannya.

Jika dilihat, kondisi The Silver Arrows mirip dengan situasi Manchester United. Tercatat tim ini tidak pernah mencicipi trofi Premier League lagi. Terakhir tim papan atas ini justru dibantai Brentford dengan skor 4-0.

Melihat hal ini, Wolff lantas membandingkan situasi antara Mercedes dengan Manchester United. Pria berusia 50 tahun ini akhirnya mampu mempelajari banyak hal terkait kondisi Mercedes saat ini.

“Saya belajar kenapa tim besar tidak dapat terus mengulanggelar juara. Tidak ada tim olahraga manapun yang mampu meraih gelar juara dunia delapan kali secara beruntun dan banyak alasannya. Intinya adalah faktor manusia,” tutur Wolff, dikutip dari crash.net.

“Manusia sangatlah komplek. Kamu tidak bisa meraih energi dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Kamu mungkin tidak ambisius lagi,” tambahnya.

Wolff melanjutkan, kegagalan Mercedes mempertahankan dominasinya diibaratkan seperti dia sisi mata uang yang berbeda, memiliki nilai buruk dan baik. Positifnya, kondisi ini mampu mencegah persaingan menjadi monoton.

“Kita akan membunuh Formula 1. Sebab tidak ada orang yang akan menontonnya lagi,” pungkas Wolff.

Penulis: Bintang Rahmat