BolaSkor.com - Stigma bahwa lelaki tidak boleh cengeng atau gampang menangis selalu melekat. Hanya mereka yang kuat yang bisa disebut sebagai Alpha Male.

Namun, pada kenyataannya, tak ada yang benar-benar bisa menahan air mata, bahkan dua subyek lelaki paling hebat di dunia yakni Michael Jordan dan Khabib Nurmagomedov. Soal prestasi dan kemampuan di bidang masing-masing, tak ada yang meragukan keduanya.

Namun, siapa sangka, di balik rekor kemenangan 29 kali beruntun Khabib, atau rentetan gelar juara Jordan, keduanya punya momen meneteskan air mata di depan publik. Alasan keduanya pun serupa yakni mendiang Ayah masing-masing.

Mari melihat momen yang paling dekat terlebih dahulu, yakni saat Khabib membuat Justin Gaethje terkapar di Oktagon pada UFC 254 Oktober lalu. Sesaat setelah melakukan triangle choke, Khabib bersujud dan meneteskan air mata.

Saat sesi tanya jawab, air mata Khabib masih tergenang. Alasan lelaki paling kuat di UFC itu meneteskan air mata karena terkenang sang Ayah, Abdulmanap Nurmagomedov.

Pertarungan melawan Justin merupakan kali pertama Khabib tampil tanpa ditemani sang Ayah. Abdumanap baru berpulang dunia pada Juli 2020.

“Ini pertarungan terakhir saya. Tidak mungkin saya datang ke sini tanpa Ayah saya. Saat UFC menelpon saya bersama Justin [Gaethje], saya berbicara dengan ibu selama tiga hari," ujar Khabib usai pertarungan.

Air mata Khabib seakan membawa kembali momen mengharukan Jordan pada 1996. Saat itu, Jordan yang kembali juara bersama Bulls menangis sambil memeluk piala karena terkenang sang Ayah.

Kisah Jordan sama sedihnya dengan Khabib. Ia kehilangan sang Ayah yang menjadi korban pembunuhan.

Situasi itu membuat Jordan frustrasi. Ia sampai pensiun dan memutuskan menjadi pemain baseball pada 1995.

Langkah Jordan menjadi pemain baseball demi mewujudkan keinginan sang Ayah. Sebelum menjadi pebasket, Ayah Jordan ingin anaknya menjadi pemain baseball handal.

Setelah menuntaskan keinginan sang Ayah, Jordan kembali ke Chicago Bulls pada 1995. Tak perlu waktu lama, Jordan kembali merebut gelar juara pada 1996, 1997, dan 1998.

Baca Juga:

Pandemi Virus Corona Bikin Pendapatan NBA Turun 10 Persen

Houston Rockets Tunjuk Stephen Silas sebagai Pelatih Anyar

Tak hanya sekali Jordan meneteskan air mata di depan publik. Teranyar, Jordan tak kuasa menahan air mata saat melakukan pidato mengenang kepergian legenda Los Angeles Lakers, Kobe Bryant, pada awal 2020 akibat kecelakaan helikopter.

Dari kedua kisah tersebut, ada benang merah di mana tak ada lelaki paling hebat di dunia, bahkan untuk mereka yang biasa disebut Alpha.

Khabib dan Jordan sama-sama menteskan air mata, keduanya pun memiliki alasan yang sama yakni rasa cinta kepada sang Ayah dan teruntuk Jordan, air matanya juga bisa menetes untuk sang sahabat, Kobe Bryant.