BolaSkor.com - Sepak bola Eropa tengah geger saat ini menyusul adanya Liga Super Eropa yang menjadi kompetisi baru di luar kompetisi UEFA selaku Federasi Sepak Bola Eropa. 12 klub menjadi pencetus liga tersebut.

Tak main-main 12 klub tersebut merupakan klub top di Eropa dan merupakan bagian anggota dari UEFA. Melalui pernyataan resmi ke-12 klub tersebut mendirikan Liga Super Eropa. Pernyataan itu juga menjadi ketegasan mereka menentang UEFA.

"AC Milan, Arsenal FC, Atletico Madrid, Chelsea FC, FC Barcelona, FC Internazionale Milano, Juventus FC, Liverpool FC, Manchester City, Manchester United, Real Madrid CF dan Tottenham Hotspur semuanya telah bergabung sebagai klub pendiri (Liga Super Eropa)," demikian pernyataan tersebut.

"Diperkirakan tiga klub lagi akan bergabung menjelang musim perdana, yang dimaksudkan untuk dimulai secepat mungkin."

Baca Juga:

Delapan Tuan Rumah Siap Hadirkan Penonton Laga di Piala Eropa 2020

Pernyataan Tegas UEFA Terkait Liga Super Eropa

Sanksi Berat Menanti Klub dan Pemain yang Ikut Liga Super Eropa

Klub-klub top Premier League juga jadi pendiri Liga Super Eropa

Pernyataan itu bukan sekedar rumor semata sebab dua klub pendiri itu, Juventus dan Real Madrid, dengan jelas mengumumkan Liga Super Eropa, serta disusul klub seperti Arsenal, Liverpool, dan Tottenham Hotspur.

"12 klub top Eropa mengumumkan pembuatan Liga Super, Juventus salah satu klub pendirinya," tutur pernyataan dari Twitter resmi Juventus.

Presiden Juventus Andrea Agnelli menurut Sky Sports Italia mundur dari jabatannya di ECA (yang menantang adanya Liga Super Eropa). Agnelli juga mengundurkan diri dari Komite Eksekutif UEFA. Keputusan mundur Agnelli juga diikuti 12 klub pendiri Liga Super Eropa.

Liga Super Eropa kabarnya akan dimulai pada Agustus 2021. Liga ini ditentang oleh UEFA karena dibentuk di luar persetujuan mereka yang telah membentuk Liga Champions dan Liga Europa. UEFA juga telah memberi pernyataan sebelumnya.

"Kami akan mempertimbangkan semua langkah yang tersedia bagi kami, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola didasarkan pada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga; tidak bisa dengan cara lain."

"Seperti yang diumumkan sebelumnya oleh FIFA dan enam federasi, klub-klub terkait akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia, dan para pemain mereka bisa ditolak kesempatannya untuk mewakili tim nasional mereka."

"Kami berterima kasih kepada klub-klub di negara lain, terutama klub Prancis dan Jerman, yang telah menolak untuk mendaftar. Kami menyerukan kepada semua pecinta sepak bola, suporter dan politisi, untuk bergabung dengan kami dalam memerangi proyek semacam itu jika itu akan diumumkan. Kepentingan pribadi beberapa orang ini berlangsung terlalu lama. Cukup sudah."

Pernyataan FIFA

FIFA selaku Federasi Sepak Bola Dunia turut memberikan pernyataannya terkait Liga Super Eropa. FIFA mengajak pihak yang terlibat untuk berdiskusi setelah sebelumnya menegaskan akan melarang pemain ikut sepak bola internasional jika mengikuti Piala Super Eropa.

"FIFA selalu berdiri untuk kesatuan dunia sepak bola dan memanggil semua pihak terlibat dalam diskusi panas untuk berdiskusi dengan tenang, konstruktif, dan seimbang untuk sepak bola yang lebih baik dengan solidaritas dan fair play," tutur pernyataan FIFA.

Munculnya Liga Super Eropa memicu pro dan kontra. Figur seperti Boris Johnson, Menteri Inggris juga mengecam adanya Liga Super Eropa.

"Rencana untuk Liga Super Eropa akan sangat merusak sepak bola dan kami mendukung pihak berwenang sepak bola untuk bersikap tegas," tegas Boris. "Mereka akan langsung menusuk jantung sepak bola domestik dan akan membuat fans di seluruh negeri khawatir."