BolaSkor.com - Tiada hari tanpa adanya pemberitaan negatif yang disematkan kepada Barcelona dan khususnya menimpa Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu. Teranyar Bartomeu dituntut Quique Setien dan kena mosi tidak percaya.

Setien dipecat di akhir musim 2019-2020 meski baru tujuh bulan melatih Barcelona menyusul kekalahan 2-8 dari Bayern Munchen di Liga Champions. Barca telah menunjuk Ronald Koeman sebagai pelatih sejak sebulan lalu.

Ironisnya RFEF belum mengakui Koeman sebagai pelatih baru Barca karena tak dapat informasi serta surat formal. Parahnya lagi Setien berkata dalam surat yang dimuat di @QSetien bahwa Bartomeu tak pernah berbicara kepadanya soal pemecatan.

Baru kemarin Kamis (17/09) waktu setempat Setien menerima surat pemecatan tanpa membahas kontrak kesepakatan. Tak ayal Setien dan staf kepelatihan menuntut Barcelona karenanya.

Baca Juga:

Masalah Lionel Messi Belum Berakhir, Presiden Barcelona Dituding Terlibat Skandal Korupsi Barcagate

Quique Setien Tuntut Barcelona ke Jalur Hukum

PSSI-nya Spanyol Belum Akui Status Ronald Koeman sebagai Pelatih Barcelona

Fans Barcelona tuntut mundur Josep Maria Bartomeu

Masalah itu belum berakhir kini ada referendum mosi tidak percaya yang menuntut kemundurannya dari jabatan Presiden Barcelona. Dikutip dari Sport-English sudah ada sebanyak 20.731 tanda tangan yang mendukung mosi itu.

Jumlah itu bahkan belum jelas karena pengadilan melihat adanya 20.984 suara - jumlah itu sudah bersejarah karena belum pernah ada sebelumnya. Bartomeu sedianya mundur pada Maret 2021 setelah jabatannya berakhir.

Akan tapi jika situasi tak berubah dari mosi tak percaya itu maka Bartomeu bisa senasib seperti Josep Lluis Nunez (1998) dan Joan Laporta (2008) yang mundur sebelum jabatannya berakhir. Keduanya menghadapi mosi tak percaya namun selamat darinya.

Dua sosok yang mengawali mosi tak percaya itu adalah Jordi Farre dan Marc Duch, pemimpin Manifest Blaugrana yang membawanya ke Auditori 1899.

Kotak suara mosi tak percaya Josep Maria Bartomeu di Auditori 1899

"Alangkah baiknya jika dia menyapa kami. Jika saya adalah presiden, saya akan melakukannya karena kami mewakili suara 20.000 socios. Sejujurnya saya percaya dia harus mengundurkan diri hari ini," tutur Farre.

"Saya yakin itu cukup menghancurkannya dari jumlah tanda tangan. kami kemudian harus melalui referendum, karena itu akan menjadi akhir yang tidak nyaman."

Ditambahkan oleh Duch mosi tak percaya itu bisa valid dalam beberapa hari ke depan dan referendum menuntut pengunduran Bartomeu akan jadi kenyataan.

"Satu-satunya reaksi yang logis dan sah adalah pergi memberikan suara tetapi reaksi moral seharusnya (bagi Bartomeu) mengundurkan diri. Jumlah tanda tangan luar biasa selama pandemi dan tidak dapat bertemu dengan masyarakat lain," imbuh Duch.

"Kami memiliki hampir dua kali lipat jumlah tanda tangan yang kami miliki terakhir kali."

"Dalam 10 hari surat-surat itu akan divalidasi dan kemudian 30 hari lagi akan ada referendum. Saya yakin referendum akan berlangsung pada 1 Oktober," yakin dia.

Dua hal tersebut semakin menambah tekanan kepada Bartomeu yang juga disebut pembohong oleh megabintang Barcelona, Lionel Messi yang sempat mengutarakan ingin hengkang dari klub di musim panas ini.