BolaSkor.com - Karier kepelatihan Zinedine Zidane baru seumur jagung. Ikon sepak bola Prancis baru memulai menekuni karier sebagai pelatih pada 2014 dari Real Madrid Castilla hingga kini melatih tim utama Los Blancos.

Meski baru lima tahun jadi pelatih catatan Zidane cukup apik. Sukses sebagai pemain dibawanya saat melatih dengan raihan satu titel LaLiga, dua Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub.

Zizou meraihnya pada periode pertama melatih Madrid pada 2016-2018 sebelum akhirnya kembali membesut tim pada 2019 menggantikan Santiago Solari.

Pengalaman melatih Zidane belum banyak, namun dia bak terlahir untuk jadi pelatih dengan karakter kuat yang dimilikinya dan sisi karismatik yang disegani pemain. Kesuksesannya sebagai pemain di masa lalu turut menjadi faktor pembentuknya.

Baca Juga:

Sah, Real Madrid Ikuti Barcelona dan Atletico Madrid Pangkas Gaji Pemain

Real Madrid Putuskan Masa Depan Zinedine Zidane Lebih Cepat karena Virus Corona

Balikan dengan Zidane, Real Madrid Dianggap seperti Nikahi Wanita yang Sama Dua Kali

Kesuksesan itu juga yang memunculkan bakat lainnya dalam diri Zidane. Disadari atau tidak Zidane memiliki 'mata elang' dalam melihat bakat pemain seolah dia merangkap menjadi pemandu bakat di Madrid.

Pelatih berusia 47 tahun teranyar menyarankan kepada Real Madrid untuk merekrut gelandang Stade Rennais berusia 17 tahun Eduardo Camavinga, gelandang yang disebut gabungan Paul Pogba, Casemiro, dan N'Golo Kante.

Madrid boleh jadi akan mendengarkan sarannya. Menilik informasi dari AS Zidane pernah melihat talenta pada Kylian Mbappe, Raphael Varane, Eden Hazard, dan Federico Valverde.

Varane dan Hazard pada akhirnya bergabung dengan Madrid. Varane (26 tahun) direkrut dari Lens pada 2011 ketika publik belum mengenalnya atas rekomendasi Zidane. Kini dia telah jadi salah satu bek top di Eropa.

Raphael Varane dan Zinedine Zidane

Varane telah tampil lebih dari 250 laga untuk Madrid dan memenangi 16 trofi, sementara Hazard baru gabung dari Chelsea pada 2019. Namun sebelumnya Zidane sudah kagum dengan talenta Hazard pada 2009 ketika dia masih bermain di Lille.

Sedangkan untuk Valverde Zidane secara langsung mengutarakan kepadanya bahwa dia pemain yang disukainya dari segi karakter dan gaya main. "Ini bukan ujian. Saya suka Anda sebagai pemain," ucap Zidane.

Valverde diberikan kesempatan lebih banyak bermain di tim utama Madrid oleh Zidane. Lalu untuk Mbappe Zidane sudah mengakui kekagumannya kepada juara Piala Dunia 2018 itu. Bukan rahasia umum lagi jika Mbappe menjadi target transfer Madrid.