BolaSkor.com - Real Madrid sangat menginginkan Paul Pogba, gelandang Manchester United, sejak ia menjuarai Piala Dunia 2018 dengan timnas Prancis. Madrid dan Pogba sudah saling menginginkan satu sama lain, namun Man United tak mau melepasnya.

Alhasil, di musim ini (2019-20), Madrid tidak mendatangkan gelandang baru meski telah memulai proyek Los Galacticos jilid III dengan merekrut Luka Jovic, Eden Hazard, Ferland Mendy, Eder Militao, dan Takefusa Kubo.

Padahal, lini tengah Madrid juga butuh peremajaan karena Luka Modric dan Toni Kroos mulai menua, plus trio Modric, Kroos, dan Casemiro sudah diketahui lawan soal kekuatan dan kelemahan mereka. Apalagi, Madrid tidak beruntung dengan cedera pemain di lini tengah.

Baca Juga:

Real Madrid 4-2 Granada: Eden Hazard Pecah Telur

Zinedine Zidane Bantah Tudingan Pemain Real Madrid Sengaja Cedera Jelang Jeda Internasional

Serba Perdana pada Kemenangan Real Madrid atas Granada

Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric

Isco dan Marco Asensio cedera. Sementara Dani Ceballos dipinjamkan ke Arsenal dan Marcos Llorente dijual ke Atletico Madrid. Praktis tidak banyak opsi untuk dimainkan Zinedine Zidane di lini tengah. Wajar jika ia begitu menginginkan Pogba.

Zidane butuh Pogba karena kualitas bermainnya dalam mengalirkan serangan, visi bermain, operan bola, dan dapat melakukan transisi bermain yang bagus. Ketika dibutuhkan ia juga dapat menjadi box to box (gelandang yang dapat bertahan dan naik membantu serangan).

Nasi telah menjadi bubur. Pogba masih bertahan di Man United dan kecil kemungkinannya gabung Madrid pada bursa transfer musim dingin (Januari 2020). Tapi, Zidane tidak perlu khawatir karena Madrid memiliki Federico Valverde.

Gelandang Serang dari Penarol

Fede Valverde di Penarol

Pada 2016, Real Madrid mengalahkan tim-tim top Eropa lainnya seperti Barcelona, Arsenal, dan Chelsea, dalam perburuan Fede Valverde. Juni Calafat, figur yang bekerja di balik layar Madrid dalam menemukan talenta-talenta top dunia, bergerak lebih cepat untuk merekrutnya.

Valverde bermain di akademi Penarol dan tim utama. Dia sempat berlatih dengan legenda Atletico Madrid dan salah satu pesepakbola top asal Uruguay, Diego Forlan. Berlatih dengan pemain berpengalaman dengannya mengasah kemampuan Valverde.

Merantau di usia muda tidak mudah bagi Valverde, apalagi pergi ke benua berbeda (Amerika Selatan ke Eropa). Tapi Valverde tidak sendirian. Di Ibu Kota Spanyol, Valverde hidup dengan kedua orang tua dan kekasihnya, Mina. Teman-temannya juga sering mengunjunginya.

Dua faktor itu membantu perkembangan Valverde di Madrid. Plus, Valverde pernah 'disekolahkan' Madrid ke Deportivo La Coruna pada medio 2017-18. Musim lalu, Valverde menembus tim utama Madrid di era Julen Lopeteguio, Santiago Solari, dan Zinedine Zidane.

Kerja keras dan penantian panjang Valverde berbuah manis musim ini. Valverde kerap dipercaya tampil oleh Zidane dan baru ini, dalam lanjutan laga LaLiga, Valverde bermain apik kala Madrid menang 4-2 kontra Granada.

"Memang benar saya bahagia dengannya (Valverde). Dia sangat bagus dan selalu memperlihatkannya. Dia tengah berkembang," puji Zidane kepada Valverde.

"Dia selalu bergerak maju (menyerang), dia selalu meminta bola, dan dia jadi kunci dua gol (melawan Granada)," sambungnya.

Hal itu sudah menjadi bukti bahwa Madrid sedianya tidak perlu-perlu amat Pogba, yang kabarnya dibanderol lebih dari 120 juta euro. Valverde bisa jadi pelengkap kepingan puzzle di lini tengah.