BolaSkor.com - Manchester United boleh saja membusungkan dada bila mengingat perjalanan di masa lalu. Selain itu, The Red Devils juga masih bisa membanggakan diri jika menjadikan jumlah suporter dan pemasukan sebagai tolok ukur. Namun, melihat keadaan saat ini, Man United layak dilabeli sebagai klub semenjana.

Manchester United masih terus berusaha kembali ke jalur prestasi usai Sir Alex Ferguson angkat kaki. Namun, sejauh ini, Man United masih gigit jari.

The Red Devils sudah melakukan berbagai cara untuk kembali menjadi tim yang disegani baik di Eropa atau Inggris. Man United melakukan beberapa perubahan dari sisi komposisi pemain dan manajer.

Baca Juga:

Manchester United 1-1 Liverpool: Kemenangan Beruntun The Reds Terhenti di Old Trafford

Sederet Fakta Menarik North West Derby, Liverpool Masih Kesulitan Menang di Old Trafford

Manchester United Diminta Tiru Liverpool soal Masa Depan Solskjaer

Manchester United

Ironisnya, manajer yang terakhir kali memberikan gelar bergengsi (Liga Europa), Jose Mourinho, justru dipecat pada pertengahan musim lalu. Posisi The Special One digantikan Ole Gunnar Solskjaer.

Sejak menukangi Man United, Solskjaer masih kesulitan. The Red Devils gagal mencapai target lolos ke Liga Champions pada musim lalu. Man United hanya berada pada posisi keenam.

Tak ingin terus terpuruk, Man United memperbaiki diri dengan merekrut pemain-pemain anyar. Harry Maguire, Aaron Wan-Bissaka, dan Daniel James masuk menggantikan pemain-pemain yang keluar seperti Romelu Lukaku, Ander Herrera, Alexis Sanchez, dan Antonio Valencia.

Sayangnya, apa yang diimpikan Man United masih belum tercapai hingga saat ini. Man United justru bertengger pada posisi ke-14 klasemen sementara dengan perolehan 10 poin. Man United berada di bawah klub-klub papan tengah seperti Burnley, Sheffield United, Bournemouth, dan Aston Villa.

Seluruh rangkaian narasi itu membuktikan Manchester United bukanlah lagi klub raksasa Premier League. The Red Devils sudah mulai menjelma sebagai klub medioker yang hanya berkutat di papan tengah.

Bila itu belum cukup, absennya pemain Manchester United pada penghargaan Ballon d'Or 2019 juga bisa dijadikan variabel. Alasannya, klub besar biasanya akan memiliki pemain bintang (dari sisi prestasi bukan sensasi).

Ballon d'Or digadang-gadang sebagai penghargaan individu paling prestis untuk pesepak bola. Bahkan, penghargaan yang digelar oleh France Football itu dianggap lebih besar daripada milik FIFA.

Walhasil, tak salah memilih Ballon d'Or sebagai tolok ukur bagi rapor Manchester United. Sebab, The Red Devils tidak mengirim satu pemainnya pun ke penghargaan tahunan tersebut.

Sebagai contoh, rival Manchester United, Liverpool, mendominasi dengan memiliki tujuh pemain dalam daftar nomine. Sedangkan, Manchester City unjuk gigi dengan lima pemainnya berada dalam daftar.

Bahkan, Tottenham Hotspur dan Arsenal, yang selama ini dianggap kalah pamor dari Man United, juga punya wakil di Ballon d'Or tahun ini. The Lilywhites diwakilkan Hugo Lloris dan Son Heung-Min, sedangkan Pierre-Emerick Aubameyang.

Bila menilik komposisi skuat saat ini, pemain Manchester United yang paling berpeluang masuk dalam daftar nomine adalah Paul Pogba. Pada edisi tahun lalu, pemain tim nasional Prancis tersebut menempati peringkat ke-15 dengan raihan sembilan poin.

Manchester United

Sayangnya, pada tahun ini berita Pogba lebih banyak menyentuh sisi pribadi dan transfer. Dari dalam lapangan, nada-nada miring justru yang terdengar.

Paul Pogba dikabarkan adalah satu di antara biang kerok keonaran di dalam skuat Manchester United. Saat itu, Pogba bersiteru dengan Jose Mourinho.

Eks Juventus tersebut juga menjadi buah bibir pada bursa transfer karena melempar kode ingin angkat kaki. Kabarnya, Real Madrid adalah klub yang diimpikan sang pemain.

Lebih lanjut, Manchester United juga tidak punya wakil pada Yachine Trophy (kiper terbaik) dan Kopa Trophy (pemain muda terbaik).

David de Gea yang selama ini diandalkan sebagai penjaga gawang memang tampil mengecewakan pada tahun ini. Sang kiper beberapa kali melakukan blunder yang berujung pada gol.

Sementara itu, dari sisi Kopa Trophy, Man United yang pada beberapa kesempatan mengutarakan sedang fokus membangun tim dengan pemain-pemain muda, juga masih tidak punya wakilnya. The Red Devils kalah dari Arsenal yang punya pemain dalam daftar nomine yakni Matteo Guendouzi.

Manchester United tentu harus terus berbenah. Sebab, The Red Devils sudah menjadi tim semenjana yang tidak memiliki pemain bintang.