BolaSkor.com - Kepergian Cristiano Ronaldo menambah pekerjaan rumah bagi pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Ia harus mencari taktik baru untuk mengantisipasi kepergian sang megabintang.

Ronaldo secara mengejutkan meminta dilepas Juventus jelang penutupan bursa transfer musim panas. Pemain berusia 36 tahun itu dengan cepat berlabuh di mantan klubnya, Manchester United.

Juventus memang tak kuasa menahan kepergian Ronaldo. Kontrak sang pemain yang hanya tersisa satu tahun menjadi alasannya.

Baca Juga:

Kepergian Cristiano Ronaldo Bikin Susah Juventus

Giorgio Chiellini Temukan Suksesornya di Juventus

Bukan ke Juventus, Barcelona Pinjamkan Miralem Pjanic ke Besiktas

Massimiliano Allegri dan Cristiano Ronaldo

Kepergian Ronaldo saat musim sudah berjalan tentu menimbulkan masalah tersendiri. Apalagi ia merupakan ujung tombak andalan dalam tiga musim terakhir.

Saat kembali ditunjuk menangani Juventus, Allegri tentu memasukkan nama Ronaldo dalam rencananya. Namun kini ia harus menyusun rencana baru di saat kompetisi sudah berjalan.

Menurut laporan Corriere dello Sport, Allegri berniat mematenkan formasi 4-4-2 sebagai skema utama. Formasi ini sempat diterapkan saat Juventus bermain imbang 2-2 kontra Udinese pada laga pembuka Serie A 2021-2022.

Dalam pertandingan tersebut, Allegri menduetkan Alvaro Morata dan Paulo Dybala sebagai tombak kembar. Sementara Ronaldo baru dimasukkan pada babak kedua.

Meski begitu, Allegri ingin mengubah susunan pemainnya. Salah satunya yaitu mendorong Federico Chiesa sebagai ujung tombak.

Allegri tampaknya sangat terkesan dengan kualitas Chiesa. Sang pemain dianggap punya kapasitas untuk mencetak banyak gol.

Namun rencana ini akan memakan korban. Allegri kabarnya rela menggeser Morata ke bangku cadangan demi memberi tempat untuk Chiesa.

Selain 4-4-2, Allegri juga mempertimbangkan opsi formasi 3-5-2. Dengan skema ini, ia bisa memainkan Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, dan Matthijs de Ligt secara bersamaan di jantung pertahanan.

Sementara Chiesa akan ditempatkan sebagai wing back. Posisi ini diyakini memudahkan sang pemain memaksimalkan kualitasnya untuk menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung.

Dengan skema ini, Morata dan Dybala juga hampir pasti menjadi duet di lini depan. Sebuah formasi yang sangat menjanjikan tentunya.

Namun Allegri tampaknya lebih condong menerapkan formasi 4-4-2. Sementara skema 3-5-2 bisa diterapkan dalam beberapa kesempatan tergantung lawan yang dihadapi.