BolaSkor.com - Persib Bandung akan menjalani laga terakhirnya di babak grup Piala Presiden 2022. Lawan yang dihadapi adalah Bhayangkara FC di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (21/6).

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengatakan laga ini akan sedikit berbeda dari apa yang diharapkan. Pasalnya, saat ini timnya masih dalam kondisi berkabung usai wafatnya dua Bobotoh saat akan menyaksikan laga timnya melawan Persebaya Surabaya, Jumat (17/6) lalu.

"Kami masih merasa sedih karena hilangnya dua nyawa di laga sebelumnya. Sangat disayangkan hal ini terjadi, tapi kami harus tetap fokus menatap pertandingan dan masih mengusung target yang sama yaitu untuk menjadi juara grup," kata Robert Rene Alberts di Graha Persib, Sulanjana, Kota Bandung, Senin (20/6).

Pelatih asal Belanda ini memastikan laga melawan Bhayangkara FC akan menjadi tantangan bagi timnya. Sebab beberapa pemain andalannya mengalami cedera.

"Victor Igbonefo mengalami cedera panjang dan berharap untuk bisa segera pulih. Lalu Ciro Alves juga mengalami cedera fraktur di bahu kirinya dan itu butuh waktu pemulihan sekitar empat hingga enam pekan. Teja Paku Alam juga sudah lebih dulu mengalami cedera, jadi kami kehilangan tiga pemain kunci."

Baca Juga:

Pesan Gibran Rakabuming Jelang Duel Persis Solo Kontra PSIS Semarang di Stadion Manahan

Dua Laga Sisa Grup C Piala Presiden 2022 Pindah dari GBLA ke si Jalak Harupat

"Selain itu ada pemain lain yang dipastikan tidak menjadi starter adalah Nick Kuipers. Dia masih menderita cedera di lututnya. Bukan cedera yang parah tapi kami tidak ingin mengambil risiko. Dia bisa bermain, tapi kami tidak mau memaksakannya untuk bermain pada pertandingan ini. Tapi kami tetap menatap ke depan untuk bisa menjuarai grup ini," tegasnya.

Robert Rene Alberts menaruh rasa hormat pada Bhayangkara FC. Apalagi tim berjulukan The Guardian ini berhasil mengalahkan Bali United di laga sebelumnya dengan skor 2-1.

"Mereka solid dan memiliki pemain dengan kemampuan individual bagus. Kita semua tahu mereka memiliki salah satu eksekutor tendangan bebas terbaik di liga, jadi kami tentu harus waspadai dengan itu. Tapi menjadi sebuah keindahan di sepak bola melihat gol spektakuler seperti yang berhasil dia ciptakan ketika menghadapi Bali. Itu begitu indah untuk disaksikan meskipun dia pemain dari tim lain."

"Dan kami harus memastikan tidak memberikan tendangan bebas besok ketika menghadapi tim yang punya kualitas untuk mencetak gol dari situasi seperti itu," tambahnya.

Karena itu, pelatih berusia 67 tahun ini memastikan untuk meningkatkan kewaspadaannya kepada Bhayangkara FC. Ia melihat, tim asuhan Widodo Cahyono Putro itu cukup serius menjalani Piala Presiden 2022.

"Mereka bersiap dengan serius dan mereka memiliki agenda rapat untuk menganalisa video, layaknya apa yang dilakukan di liga. Kami tidak melakukan itu pada masa persiapan kami, kami tidak fokus untuk hal lain di luar tim karena kami masih ada di periode pramusim. Kami lebih fokus ke tim sendiri dan membangun kekuatan untuk liga."

"Tapi pada saat yang bersamaan kami juga coba mencapai target yaitu menjadi juara grup, target kedua lolos ke perempatfinal, lalu bertahap hingga semifinal dan final. Tujuan kami sudah cukup jelas, kami ingin menjadi juara pada turnamen pramusim tahun ini," tegasnya

Bek Persib, Achmad Jufriyanto membenarkan bahwa timnya bertekad untuk menutup babak grup Piala Presiden 2022 dengan kemenangan. Tujuannya demi bisa menjadi jawara grup C.

"Seperti yang dikatakan oleh pelatih, kita pemain fokus untuk keluar sebagai juara grup dengan atau tanpa penonton. Yang pasti untuk pertandingan besok kita ingin memastikan keluar sebagai juara grup," kata Achmad Jufriyanto.

Pemain yang akrab disapa Jupe ini akui konsentrasinya sedikit terganggu dengan peristiwa yang dialami dua Bobotoh. Terlebih, suporter fanatik Persib itu harus kehilangan nyawanya.

"Sedikit banyak itu mengganggu, cuma kita sebagai pemain juga punya tujuan yang harus kita gapai. Kejadian kemarin, diharapkan kita pemain tidak terulang karena apapun itu yang dirugikan juga kita semua. Pemain ingin bermain di hadapan suporter, Bobotoh juga sudah lama enggak dateng ke Stadion. Tapi pada akhirnya baru dua pertandingan kembali enggak pakai penonton. Itu pasti mengganggu pemain, cuma kita punya tujuan yang diraih, kita ingin lolos ke babak berikutnya dan melaju ke final, semoga kita bisa juara dan tujuan kita tetap ke sana," pungkasnya.(Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)