BolaSkor.com - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra menjawab isu panas mengenai lisensi kepelatihan dan adanya tuduhan provokasi kepada pemain Barito Putera. Isu itu sebatas kesalahpahaman semata.

Teco, sapaan akrabnya, menjabat sebagai pelatih kepala dalam laga pekan kedua Liga 1 2021/2022, Sabtu (11/9) lalu. Hal ini berbeda dengan laga pembuka, dimana Teco bergeser jadi manajer tim.

Perubahan ini menjadi jawaban atas nasib tim kepelatihan Bali United. PSSI memberikan dispensasi kepada Teco yang baru mengantongi lisensi setara A AFC atau setingkat di bawah AFC Pro.

Baca Juga:

Dokter Persib Beberkan Kondisi Terbaru Mohammed Rashid dan Nick Kuipers

Angelo Alessio Bingung Pemain Persija Masih Panik Hadapi Tekanan

Kesetaraan lisensi ini didapat berdasarkan Recognition of Experience and Current Competence (RECC). Dokumen itu diterbitkan konfederasi sepak bola Asia, AFC.

"Setahu saya AFC sudah kirim surat RECC ke PSSI. Saya boleh kerja seperti biasa," kata Teco, Senin (13/9).

"Dengan lisensi yang saya punya dari Brasil, saya sudah kerja di banyak negara. Ada Timnas U-20 Brasil, Brescia Italia, Korea, Arab Saudi, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, tujuh tahun di Thailand dan sembilan tahun di Indonesia," lanjut Teco.

Mulai menurun isu lisensi kepelatihan, Teco gantian diterpa tuduhan provokasi kepada pemain Barito Putera. Tuduhan itu dinyatakan manajer Barito Putera, Mundari Karya.

Dalam sejumlah pemberitaan media, Mundari Karya mendengar Teco kerap mengumpat dengan bahasa Portugis, "filha da puta". Umpatan itu berarti anak haram atau brengsek.

Saat memimpin timnya dari pinggir lapangan, Teco mengaku tak pernah berbicara dengan pemain dari tim lawan. Termasuk dalam laga kontra Barito Putera. Dia menghormati Barito sebagai tim dengan pemain dan pelatih berkualitas.

"Dalam sesi jumpa pers virtual, saya bilang gol dari mereka cantik. Saya pun selesai pertandingan salam dengan pemain Barito. Maaf, tapi manajer mereka pasti salah paham," tutur Teco.

Teco menanti pertemuan kedua Bali United melawan Barito Putera. Dalam momen itu, Teco ingin bertemu langsung dengan Mundari Karya, untuk membicarakan kesalahpahaman ini.

"Saya datang ke Indonesia untuk kerja keras agar tim saya punya prestasi sesuai target manajemen atau lebih. Saya datang ke Indonesia bukan untuk punya masalah atau buat orang lain tersinggung," pungkasnya. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)