BolaSkor.com - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, turut angkat bicara mengenai insiden yang menewaskan dua Bobotoh saat pertandingan Persib kontra Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Jumat (17/6)

Sesuai dengan keterangan para saksi, dua Bobotoh bernama Asep Ahmad Solihin dan Sofiana Yusuf itu meninggal dunia diduga karena sesak nafas dan terinjak-injak akibat tertimpa pagar pembatas, usai saling dorong dengan Bobotoh lainnya untuk bisa masuk ke Stadion GBLA.

Pelatih asal Brasil ini menilai bahwa meninggalnya dua pendukung fanatik Persib Bandung itu merupakan berita buruk. Apalagi kejadian ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia.

Baca Juga:

Imbas Dua Bobotoh Wafat, Persib Akan Evaluasi Masuk Stadion bagi Suporter

Kapolrestabes Bandung Beberkan Kronologi Wafatnya Dua Bobotoh di GBLA

"Saya orang Brasil, banyak wartawan dan teman-teman yang biasa dengan berita dari Indonesia sangat buruk. Saya harus saya punya organisasi lebih bagus, ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia, bukan di Bandung saja tapi di Stadion lainnya banyak meninggal suporter," kata Teco di Graha Persib, Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (19/6).

Teco mengingatkan kepada para suporter di Indonesia bahwa menyaksikan pertandingan sepak bola itu harus dinikmati. Sebaliknya, pertandingan malah membuat seseorang kehilangan nyawanya.

"Saya sudah lama tinggal di Indonesia dan saya senang ketika pertandingan di stadion penuh, pasti pemain pun senang waktu Stadion penuh. Tapi harus ada kontrol," tuturnya.

Teco yakin insiden tersebut terjadi dikarenakan kurang kontrol. Akibatnya dua suporter Persib Bandung harus kehilangan nyawanya.

"Ini harus dievaluasi karena kita sudah dua tahun tidak suporter dan kini kembali ada suporter. Tapi dengan awal adanya suporter, ini sangat buruk buat Liga Indonesia lagi," kata Teco mengakhiri. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)