BolaSkor.com - Timnas Indonesia mendapatkan tekanan untuk menjuarai Piala AFF 2018. Tuntutan pula yang membuat Hansamu Yama dan kawan-kawan harus meraih hasil positif di setiap pertandingannya. Terlalu memikirkan dua hal itu, komunikasi jadi terputus.

Firman Utina berbicara terkait buruknya performa Timnas Indonesia hingga partai ketiga Grup B Piala AFF 2018. Menyisakan satu pertandingan, tim berjuluk Skuat Garuda itu terpuruk di peringkat keempat dengan tiga poin dari lima peserta.

"Ya kalau dilihat secara perjuangan anak-anak ya, sudah maksimal. Tapi jujur mereka juga sepertinya banyak tekanan ya, sehingga tidak bisa dikeluarkan semua apa yang mereka miliki," ujar Firman kepada wartawan.

"Memang di Piala AFF ini tuntutannya sangat berat ya terutama dari masyarakat."

"Jadi saya paham betul bahwa seandainya ada di posisi itu memang sangat berat. Tapi sebagai pemain, harus belajar keluar dari masalah ini," kata pemain yang 13 tahun berseragam Timnas Indonesia ini.

Teraktual, Timnas Indonesia tumbang 2-4 dari Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Kekalahan ini membuat peluang Skuat Garuda untuk lolos ke babak semifinal Piala AFF 2018 menjadi berat.

Timnas Indonesia kalah 2-4 dari Thailand. (AFFSuzukiCup.com)

Kebobolan empat gol, Firman menduga komunikasi antar-pemain minim terjadi. Menurut gelandang Kalteng Putra itu, komunikasi dengan rekan setim hilang karena kurangnya inisiatif.

"Lalu tadi yang dilihat gol-golnya hampir tidak ada komunikasi satu sama lain, malu menegur satu sama lain. Sedangkan sepak bola kan kita butuh komunikasi, kita tidak hanya di luar kita bisa bicara, tapi di lapangan terpenting karena 11 pemain di lapangan itu sudah tidak ada sungkan lagi untuk mau menegur," imbuh Firman.

Mantan gelandang Persib ini juga melihat para pemain Timnas Indonesia terjebak dalam skema yang ada. Mereka terlalu bermain dengan pakem utama. Jadi, ada ketakukan untuk berinovasi

"Jadi saya ambil kesimpulan, Timnas Indonesia sebetulnya sudah bagus, materi pemain bagus, skema yang dimainkan sudah bagus. Tapi kurang berani keluar dari skema itu, ya itu saya bilang harus improvisasi," imbuh Firman.

"Improvisasi dari seorang pemain ketika mereka menghadapi tekanan harus apa yang saya buat. Tidak hanya berharap apa yang pelatih tahu, pemain harus berani keluar mengambil keputusan," tuturnya.

"Itu yang saya lihat, selebihnya sih anak-anak bermain dengan tekanan sehingga mereka takut pegang bola, bahkan terburu-buru sampai kehilangan bola," papar Firman mengakhiri.