BolaSkor.com - Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong turut melibatkan teknologi saat mempersiapkan pemain. Salah satu teknologi yakni rompi GPS berlabel Fitogether.

Rompi itu sendiri telah lebih dulu dipergunakan klub-klub Korea Selatan, baik di kasta pertama K League 1 atau level kedua K League 2. Selain klub profesional, rompi tersebut juga dipergunakan tim U-18.

Klub K League 1 yang memakainya yakni Pohang Steeler, Jeonnam Dragons, Ulsan Hyundai, FC Seoul, Jeju United, Daegu FC, Gyeongnam FC, Suwon Bluewings, Incheon United, Jeonbuk, Gangwon. Adapun klub K League 2 di antaranya Daejeon Citizen, Anyang, Suwon FC, Bucheon 1995, Seongnam FC. Rompi teknologi ini juga dipakai Akademi Liverpool Korea, seperti yang ditampilkan di laman produk tersebut.

Baca Juga:

Pertama Kali di Timnas Senior, Rizky Eka Siap Turuti Keinginan Shin Tae-yong

Shin Tae-yong Masukan Empat Pemain Timnas Indonesia U-19 ke TC Senior demi Piala Dunia U-20

Teknologi ini mulai menarik perhatian menyusul sukses Jerman di Piala Dunia Brasil. "Pada saat itu, tim Piala Dunia Jerman mempersiapkan diri dengan tiga bidang, sains, kedokteran, dan psikologi. Hasilnya telah meningkatkan minat kami," kata Direktur Fitogether.

Rompi ini ditujukan untuk pesepak bola dan dilengkapi GPS guna mengukur jarak lari atlet, kecepatan, detak jantung, dan perubahan kecepatan. Lewat data tersebut analisis bisa dilakukan terhadap bidang di mana pemain banyak bergerak dan pergerakan tanpa bola dan dengan bola, dan lain-lain.

"Dalam lima liga sepak bola profesional top Eropa, lebih dari 98 persen dilengkapi dengan perangkat GPS untuk pelatihan dan latihan. Sebagian besar tim remaja di Korea dan tim remaja di bawah usia 18 dan 15 tahun dilatih dengan GPS," jelas Direktur Fitogether dikutip dari Hani.

Pelatih Fisik Timnas Korea di Piala Dunia 2018 yang kini membantu Shin Tae-yong di Timnas Indonesia menjelaskan manfaat teknologi GPS dan analisis. "Pelatih dapat secara akurat memahami kondisi fisik pemain. Kami dapat menyarankan untuk memakai atau menarik pemain."

Baca Juga:

Kualitas Kiper Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Shin Tae-yong Akan Tambah Porsi Latihan

Shin Tae-yong Panggil Dua Pemain Tambahan untuk TC Timnas Indonesia

"Pemain biasanya berpikir 'saya berlari paling banyak', tetapi datanya mungkin berbeda. Pelatih muda, khususnya, sering memakai data untuk menebus kekurangan mereka atau untuk memanfaatkan kelebihan mereka. Ini juga untuk mencegah cedera dengan mengantisipasi kelebihan latihan," jelas Lee Jae-hong.

Fitogether dilaporkan menempati peringkat pertama dalam tes EPTS (Electronic Performance Tracking Systems) FIFA. Seperti yang juga dilaporkan oleh Trainingground, label ini mendapat sertifikasi mutu dari FIFA bersama Catapult’s Clearsky, ChyronHego’s TRACAB Gen5, STATSports.

Teknik dari persepsi ke data diperkirakan akan terus dikembangkan dengan dikombinasikan kecerdasan buatan. Korea Selatan sudah dianggap biasa dengan hal ini, selain VAR dan analisis gambar.

"Liga besar juga akan memperkenalkan wasit robot secara otomatis menilai bola dan serangan dalam waktu lima tahun. Tim baseball profesional Korea juga akan menguji robot di paruh kedua liga," tulis Hani.

Baca Juga:

Shin Tae-yong Panggil Dua Pemain Tambahan untuk TC Timnas Indonesia

Shin Tae-yong Belum Mau Pikirkan Pertandingan Melawan Thailand

"Dengan perkembangan ilmu olahraga, informasi meningkat di bidang-bidang yang tidak dapat diterima oleh akal dan pengalaman manusia. Atlet profesional tidak punya pilihan selain merawat tubuh mereka," kata Cho Yeong-sang, General Manager K-League.