Solo - Persiram Raja Ampat membuka peluang bersua Arema Cronous di partai pamungkas Inter Island Cup (IIC) 2014. Kemenangan 1-0 melawan Mitra Kukar membawa Persiram sementara menempati posisi puncak Grup B. Gol kemenangan Persiram dicetak Ronald Setmot saat laga tingga menyisakan waktu semenit lagi. Kemenangan ini membawa Persiram mengumpulkan lima poin dan bertengger di puncak Grup B. Persiram bakal lolos ke final andai partai antara Persik Kediri melawan Persib Bandung malam nanti berakhir imbang Mitra Kukar menjalani pertandingan terakhir di Grup B babak delapan besar Inter Island Cup (IIC) 2014 dengan menghadapi Persiram Raja Ampat di Stadion Manahan, Solo, Rabu (22/1) sore WIB. Kedua tim sama-sama mengusung formasi 4-4-2 di pertandingan ini. Mitra Kukar bertumpu pada duet Anindito Wahyu dan Jajang Mulyana di lini depan. Adapun, Persiram  Raja Ampat bertumpu pada Steven Imbiri dan Osas Saha. Pertandingan berjalan dengan tempo lambat di babak pertama. Tak banyak peluang tercipta karena kedua tim tampaknya masih mencari bentuk terbaik pada 45 menit awal. Serangan Mitra Kukar terlalu bertumpu kepada pergerakan Raphael Maitimo, sehingga mudah dipatahkan barisan pertahanan Persiram. Sementara, kerja sama Imbiri dan Osas masih belum sempurna. Peluang pertama di pertandingan ini didapat Persiram melalui Ortizan Solossa pada menit ke-13. Tembakan jarak jauh kakak Boaz itu masih sedikit tinggi di atas mistar gawang Dian Agus. Pertandingan menginjak menit ke-26. Anindito terjatuh di kotak terlarang setelah berbenturan dengan Ortizan. Namun, wasit menganggap Anindito melakukan diving dan justru menghadiahinya dengan kartu kuning. Percobaan tembakan ke arah gawang pertama dimiliki Mitra Kukar semenit berselang. Bima Sakti melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tetapi, arah bola masih jauh dari sasaran. Mitra Kukar kembali mendapatkan peluang pada menit ke-42. Umpan silang datar Anindito dari sisi kanan pertahanan Persiram terlalu deras. Bola gagal dikontrol dengan baik oleh Fadhil dan dengan mudah diamankan kiper Denny Marcell. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai. Pertandingan alot dan miskin peluang menular pada babak kedua. Faktor kelelahan tampaknya menjadi alasan bagi para pemain dari kedua tim untuk tidak terlalu memaksakan diri. Seringnya kedua tim melakukan salah umpan membuat pertandingan miskin peluang. Persiram sempat mengancam gawang Mitra Kukar pada menit ke-50. Steven Imbiri menusuk dari sisi kiri pertahanan Mitra Kukar dan kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sayang, arah tembakannya masih menyamping di sisi kiri gawang Dian Agus. Absennya Erick Weeks dan Zulham Zamrun di pertandingan ini membuat Mitra Kukar kesulitan dalam membangun serangan. Beban dalam membangun serangan dari lini kedua dibebankan di pundak Maitimo. Sehingga, para pemain bertahan Persiram dengan mudah membacanya. Dua menit menjelang pertandingan usai, Mitra Kukar mendapatkan peluang melalui Bima Sakti. Mantan kapten Tim Nasional Indonesia itu melepas tembakan jarak jauh dari sisi kanan pertahanan Persiram. Sayang, arahnya sedikit melenceng dari sisi kiri gawang kiper. Kebuntuan Persiram akhirnya pecah saat laga tingga menyisakan waktu satu menit lagi. Mario Aibekob melepas tembakan keras dari dalam kotak penalti. Bola ditepis kiper Dian Agus. Namun, bola muntah dengan mudah diceploskan masuk ke dalam gawang oleh Ronald Semot. Kemenangan 1-0 Persiram bertahan hingga laga usai. Susunan Pemain: Persiram: Denny Marcell, Kubay Quaiyan, Elvis Herawan, Leonard Tupamahu, Gideon. V Way, Mbida Messi (Penias Ridwan Fakdawer, 70'), Moses Banggo (Mario Aibekob, 75'), Ortizan Solossa, Steven Anderson Imbiri, Osas Marvelous Ikpefua Mitra Kukai: Dian Agus, Zulkifly Syukur, Hendra Ridwan, Park Chul Hyung, Diego Michiels, Reinaldo Rodrigues de Oliveira Lobo, Raphael Maitimo, Bima Sakti, Fadhil (Zulvin Zamrun, 64'), Anindito Wahyu Erminarno, Jajang Mulana (Yogi Rahadian, 80')