BolaSkor.com - Kabar tentang kepindahan Amiruddin Bagus Kahfi ke salah satu klub Liga Belanda, FC Utrecht sedang hangat dibicarakan oleh banyak pihak. Bagus Kahfi pun akhirnya angkat bicara terkait dengan kabar panas tersebut.

Adik kandung dari Amiruddin Bagas Kaffa ini menjelaskan sebenarnya kedatanganya ke FC Utrecht ini hanya untuk melakukan rehabilitasi penyembuhan dari cedera yang didapatnya ketika sedang menimba ilmu di Inggris pada saat program Garuda Select.

Cedera tersebut diterima ketika Garuda Select menghadapi Reading U-18 pada Maret 2020 lalu. Pemain berambut kriwil itu didiagnosis menderita patah pergelangan kaki usai tampil bersama Garuda Select dalam sebuah laga uji coba dan harus absen selama tujuh bulan.

Baca Juga:

Ada Tujuh Pemain Keturunan Lagi Bakal Dites Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-19

Pastikan Pergantian Pemain di Timnas U-19, Shin Tae-yong Kontak Pelatih Klub Cari Nama Baru

"Di Utrecht itu aku cuma penyembuhan cedera saja, bukan main di sini. Padahal itu sudah saya jelaskan, tapi malah banyak yang salah mengartikan," kata Bagus Kahfi kepada BolaSkor.com, Sabtu (30/10).

"Sekali lagi saya tegaskan di sini, saya hanya rehabilitasi saja di Utrecht tidak ada hal lain," tambah adik kandung dari Bagas Kaffa tersebut.

Pada dasarnya, Bagus memang masih terikat kontrak dengan Barito Putera hingga akhir 2021. Meski pada kenyataanya saudara kandung Bagas Kaffa ini lebih banyak menghabiskan waktu bersama Garuda Select dibandingkan harus bermain dengan Barito Putera.

Di sisi lain, manajer Barito Putera, Mundari Karya, merasa perlu menjelaskan berita tersebut. Mundari mengaku sebenarnya ada permintaan dari Garuda Select membuat surat keluar untuk Bagus agar bisa bermain di Utrecht. Namun, ia mengaku sejauh ini pihaknya belum memberikan surat tersebut

"Yang pertama ada permintaan dari Garuda Select. Jadi kami bicara dengan Bu Ira (Wasekjen PSSI) jadi mereka butuh surat agar bisa diterima di FC Utrecht," kata Mundari.

"Itu ada syarat dari Barito Putera, prinsipnya kami bangga ada pemain kami ke sana. Pertama kalau dia sudah tidak main di Eropa lagi, dia harus ke Barito Putera lagi. Yang kedua kalau tidak sepakat itu training kompensasi namanya," pungkas Mundari.