BolaSkor.com - Kegagalan timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar masih jadi pembicaraan hangat di jeda internasional Maret ini. Apalagi untuk kali pertama dalam sejarah Italia gagal lolos Piala Dunia dua kali beruntun.

Apabila pada 2018 silam Italia gagal lolos di era Gian Piero Ventura kala berhadapan dengan Swedia, maka di tahun ini Makedonia Utara menghentikan langkah Italia di play-off dengan kemenangan 1-0.

Publik dengan mudah menyoroti pelatih Italia, Roberto Mancini, setelah kegagalan itu. Meski faktanya pelatih berusia 57 tahun memberikan titel Piala Eropa 2020 pada 2021 lalu dan memiliki rekor serta statistik menarik.

Sejak mulai melatih Italia pada Mei 2018 Mancini membangkitkan Gli Azzurri yang hanya kalah empat kali dari 47 pertandingan, lalu menciptakan rekor unbeaten (tak terkalahkan) dunia, serta hanya gagal mencetak gol enam kali.

Baca Juga:

Timnas Italia: Juara Piala Eropa, Merana di Piala Dunia

Kalah dari Makedonia Utara, Mancini Rasakan Kejamnya Sepak Bola

Teka-teki Masa Depan Mancini bersama Timnas Italia

Mancini memenangi 32 laga, imbang 11 kali, dan hanya kalah empat kali. Kekalahan itu datang dari Prancis dan Portugal pada 2018, Spanyol di semifinal UEFA Nations League 2021, dan Makedonia Utara pada 2022.

Italia-nya Mancini mencetak 109 gol dan kebobolan 28 gol, serta hanya enam kali gagal mencetak gol ke gawang lawan dari 47 pertandingan.

Ironisnya, kegagalan itu datang baru-baru ini dari dua laga saat melawan Irlandia Utara (0-0) dan Makedonia Utara (0-1). Tak ayal publik hanya melihat dari kegagalan tersebut dan tidak melihat perkembangan Italia sejak Mei 2018.

Selain nama Mancini tercatat kala memberi Italia titel juara Piala Eropa 2020, dia juga menciptakan rekor unbeaten dunia untuk timnas. Italia melalui 37 laga tanpa pernah kalah dari September 2018 hingga Oktober 2021: memenangi 27 laga dan imbang 10 kali.

Itu sudah melalui rekor Spanyol dan Brasil dengan rekor 35 laga unbeaten pada 2007 dan 1993-1996. Di tengah isu pemecatan Mancini Presiden FIGC, Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina justru berharap Mancini melanjutkan pekerjaannya hingga kontraknya berakhir pada 2026.

“Saya berharap Mancini terus bersama kami. Dia memiliki komitmen dengan kami untuk proyek ini, saya harap dia bisa melalui eliminasi ini seperti semua orang Italia dan dia tetap memimpin untuk melanjutkan kerja sama kami," harap Gravina.