BolaSkor.com - Final Liga Champions 2021-2022 telah berakhir. Real Madrid keluar sebagai juara sekaligus memenangi titel Eropa ke-14 dengan kemenangan 1-0 atas Liverpool di Stade de Frances, Minggu (29/05) dini hari WIB melalui gol tunggal dari Vinicius Junior.

Pertandingan itu menyisakan cerita dengan ditundanya laga selama kurang lebih 30 menit. Penyebab dari ditundanya laga tersebut adalah kerusuhan fans dengan petugas keamanan di pintu masuk Stade de France.

Para pemegang tiket laga yang notabene fans Liverpool tidak bisa masuk ke dalam stadion, kemudian polisi Prancis menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan di depan stadion tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial kabarnya ada perempuan hamil dan anak kecil di antara kerumunan itu, fans sampai menilai sikap polisi memalukan dan juga UEFA yang dinilai gagal mengontrol situasi itu.

Baca Juga:

Raih Gelar Ke-14, Madrid Dua Kali Lebih Banyak dari Pesaing Terdekat

Klaim Mau Balas Dendam kepada Madrid, Mohamed Salah Justru Buang Banyak Peluang

Tembok Itu Bernama Thibaut Courtois

"(Fans) disemprot cairan merica tanpa pandang bulu dan ada orang-orang dengan tiket, yang datang dua setengah jam lebih awal, yang mengantri dan mereka diserang oleh polisi anti huru hara dengan perisai," tutur Tom Whitehurst fans Liverpool.

Nick Parrott jurnalis dari BBC melaporkan kejadian tersebut. "Itu pengalaman paling mengejutkan yang pernah terjadi dalam laga sepak bola. Penduduk lokal juga mencoba memaksakan masuk hingga petugas keamanan menutup gerbang, hingga fans dengan tiket asli tak bisa masuk."

UEFA dikritik dan Pemerintah Inggris menuntut adanya investigasi terkait kerusuhan tersebut, meminta Stade de France dilarang lagi untuk menghelat event besar karena kegagalan tersebut.

Perdana Menteri Olahraga Prancis, Amelie Oudea-Castera melakukan pembelaan. Menurutnya kerusuhan itu terjadi karena kesalahan fans Liverpool yang memiliki tiket palsu.

"Apa yang terjadi, pertama-tama, adalah pertemuan kerumuman massal pendukung klub Liverpool Inggris, tanpa tiket, atau dengan tiket palsu," kata Oudea-Castera kepada radio Prancis RTL.

UEFA pun meresponsnya dengan membuat tim independen untuk menyelediki kasus tersebut. UEFA nantinya akan mengevaluasi dari laporan dan memberi keputusan.

"Tinjauan komprehensif akan memeriksa pengambilan keputusan, tanggung jawab, dan semua entitas yang terlibat di final. Laporan ini akan disusun secara independen dan Dr. Tiago Brandao Rodrigues dari Portugal akan memimpin tim ini," tutur pernyataan dari UEFA.

"Dr. Tiago Brandao Rodrigues adalah Anggota Parlemen Portugal dan Presiden Komite Parlemen Lingkungan dan Energi. Dia adalah Menteri Pendidikan Portugal (juga bertanggung jawab atas Olahraga dan Pemuda) antara tahun 2015 dan 2022, anggota Dewan Badan Yayasan Badan Antidoping Dunia (2019-2021) dan menjadi Olimpiade Portuga; selama Olimpiade 2012 di London."

"Untuk menjamin status independensinya dalam proses tersebut, Dr. Brandao Rodrigues setuju untuk melaksanakan tugas ini secara pro bono."

"Bukti akan mengumpulkan dari semua pihak terkait dan temuan independen akan tercapai setelah selesai dan setelah menerima temuan, UEFA akan mengumumkan langkah selanjutnya," urai pernyataan itu.